PACITAN - PT PLN Nusantara Power (PLN NP) Unit Pembangkitan (UP) Pacitan secara resmi meluncurkan Modul Ajar Generasi Hijau sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pendidikan lingkungan sekaligus menyiapkan Generasi Penerus Wisata Hijau Sungai Maron. Peluncuran modul ini menjadi langkah nyata dalam menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini melalui pembelajaran yang mengangkat potensi lokal, pelestarian alam, dan nilai-nilai keberlanjutan.
Modul Ajar Generasi Hijau dikembangkan sebagai media pembelajaran berbasis lingkungan yang ditujukan bagi anak usia pra sekolah hingga jenjang sekolah dasar. Mengusung tema "Generasi Penerus Wisata Hijau Sungai Maron", modul ini dirancang agar anak-anak tidak hanya mengenal kekayaan alam di sekitar tempat tinggalnya, tetapi juga memiliki rasa memiliki, tanggung jawab, dan kepedulian untuk menjaga keberlanjutan kawasan wisata di masa mendatang.
Penyusunan modul merupakan hasil kolaborasi antara PT PLN Nusantara Power UP Pacitan, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Sungai Maron, Kader Posyandu Anggrek Dusun Maron, serta mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Sunan Gunung Djati Bandung Tahun 2026. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi wujud sinergi dalam menghadirkan pendidikan berbasis masyarakat yang memanfaatkan potensi lokal sebagai media pembelajaran sekaligus memperkuat keberlanjutan ekowisata Sungai Maron.
Melalui pendekatan Project Based Learning dan pembelajaran kontekstual, peserta didik akan diajak mengenal potensi Sungai Maron, memahami pentingnya menjaga kebersihan sungai, melestarikan flora dan fauna, memilah sampah, mengenal mitigasi bencana, hingga membangun karakter peduli lingkungan melalui berbagai aktivitas edukatif yang interaktif dan menyenangkan. Selain modul untuk jenjang sekolah dasar, program ini juga dilengkapi dengan Modul Ajar Pra Sekolah yang disusun sesuai karakteristik anak usia dini sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung secara menyenangkan sekaligus efektif dalam membangun kepedulian terhadap lingkungan.
Baca Juga : Generasi Hijau untuk Sungai Maron, Langkah PLN NP UP Pacitan Cetak Pewaris Ekowisata Berkelanjutan
Asisten Manajer SDM, Umum, dan CSR PT PLN Nusantara Power UP Pacitan, Risky Tri Listirta, mengatakan bahwa pendidikan lingkungan menjadi salah satu investasi penting dalam menjaga keberlanjutan program pemberdayaan masyarakat yang telah dijalankan perusahaan.
"Kami berharap Modul Ajar Generasi Hijau dapat menjadi media pembelajaran yang menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini. Dengan begitu, anak-anak di Sungai Maron dapat tumbuh menjadi generasi yang mencintai lingkungannya dan siap menjaga keberlanjutan wisata di masa depan," ujar Risky.
Sementara itu, Ketua Pokdarwis Sungai Maron, Dedi Dwi, mengapresiasi dukungan PT PLN Nusantara Power UP Pacitan beserta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyusunan modul tersebut.
Baca Juga : Pacitan Butuh Penguatan Tempat Evakuasi Akhir di Wilayah Pesisir
"Kami mengucapkan terima kasih kepada PT PLN Nusantara Power UP Pacitan, Kader Posyandu Anggrek, serta teman-teman KKN UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang telah berkolaborasi menyusun modul ini. Semoga anak-anak di Sungai Maron semakin mengenal, mencintai, dan menjaga lingkungan serta wisata yang menjadi kebanggaan desa kami," ungkap Dedi.
Hal senada disampaikan oleh Melinda, selaku Kader Posyandu Anggrek Dusun Maron, yang menilai bahwa pembelajaran lingkungan sejak usia dini merupakan bekal penting bagi tumbuh kembang anak.
"Kami senang dapat ikut terlibat dalam program ini. Semoga melalui modul ini anak-anak dapat belajar menjaga lingkungan sejak kecil dan membiasakan perilaku positif yang nantinya bermanfaat bagi diri mereka maupun lingkungan sekitar," tutur Melinda.
Baca Juga : Hari Anak Nasional, Pemkab Pacitan Ajak Orang Tua dan Guru Lebih Peduli Tumbuh Kembang Anak
Peluncuran Modul Ajar Generasi Hijau diharapkan menjadi fondasi dalam membentuk Generasi Penerus Wisata Hijau Sungai Maron yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan, memahami pentingnya pelestarian alam, serta mampu berperan aktif dalam menjaga keberlanjutan kawasan wisata berbasis masyarakat. Kolaborasi antara perusahaan, masyarakat, kader kesehatan, dan perguruan tinggi ini menunjukkan bahwa pendidikan menjadi salah satu kunci dalam mewujudkan ekowisata yang tidak hanya lestari secara lingkungan, tetapi juga berkelanjutan dari sisi sosial dan pemberdayaan masyarakat. (Edwin Adji)
Editor : JTV Pacitan



















