TRENGGALEK - Persiapan operasional gedung permanen baru Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 50 Trenggalek terus dimatangkan. Di tengah progres pembangunan yang telah mencapai sekitar 80 persen, sekolah masih menghadapi pekerjaan rumah berupa pemenuhan kebutuhan tenaga kependidikan.
SRT 50 Trenggalek mengajukan tambahan 44 tenaga kependidikan untuk menunjang operasional sekolah berasrama yang nantinya mampu menampung hingga 270 siswa.
Kepala SRT 50 Trenggalek, Yogyantoro, menjelaskan kebutuhan tersebut terdiri atas 27 wali asuh, sembilan wali asrama, tiga operator sekolah, tiga bendahara, serta dua tenaga tata usaha.
“Penambahan ini penting karena kapasitas siswa akan bertambah dan sistem pendidikan yang diterapkan berbasis asrama,” ujarnya.
Menurut dia, peran wali asuh menjadi salah satu komponen paling vital dalam penyelenggaraan sekolah rakyat. Mereka bertugas mendampingi siswa selama menjalani aktivitas sehari-hari, mulai dari pembinaan karakter hingga pengawasan di lingkungan asrama.
Saat ini SRT 50 Trenggalek baru memiliki 11 tenaga pendamping. Jumlah itu dinilai masih jauh dari kebutuhan ideal ketika seluruh kapasitas asrama telah terisi.
Sekolah menargetkan satu wali asuh mendampingi maksimal 10 siswa. Rasio tersebut dinilai penting agar proses pembinaan dan pengawasan berjalan efektif.
Di sisi lain, pembangunan gedung permanen baru terus dikebut. Berdasarkan laporan manajemen proyek dan Dinas Sosial, progres pembangunan telah mencapai sekitar 80 persen.
Kompleks pendidikan tersebut nantinya akan menjadi pusat pendidikan terpadu berbasis asrama yang menggabungkan jenjang SD, SMP, hingga SMA dalam satu kawasan.
Untuk menjaga kualitas layanan pendidikan, sekolah juga menetapkan syarat minimal lulusan sarjana bagi calon wali asuh yang akan direkrut.
Yogyantoro berharap kebutuhan tenaga kependidikan dapat segera terpenuhi sebelum gedung baru mulai digunakan. Dengan demikian, seluruh proses pembelajaran dan pembinaan karakter siswa dapat berjalan maksimal sejak hari pertama operasional.
“Harapannya saat gedung baru ditempati, seluruh kebutuhan SDM sudah siap sehingga pelayanan pendidikan kepada siswa bisa berjalan optimal,” tegasnya. (Mochammad Herlambang)
Editor : JTV Kediri



















