MADIUN - Aksi pencurian yang dilakukan empat pelajar di sebuah toko di Desa Buduran, Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun, berhasil diungkap setelah terekam kamera pengawas (CCTV). Para pelaku yang masih berstatus pelajar SMP itu kini telah diamankan oleh pihak kepolisian.
Peristiwa pencurian tersebut terjadi pada Sabtu dini hari sekitar pukul 01.00 WIB. Dalam rekaman CCTV, terlihat para pelaku masuk ke dalam toko milik Sulastri (70) dan mengambil sejumlah barang dagangan.
Aksi tersebut kemudian diketahui warga sekitar yang langsung melakukan penggerebekan. Empat pelaku yang berhasil diamankan masing-masing berinisial A.Y.A, D.V, F.A.A, dan A.L.W. Mereka diketahui merupakan pelajar kelas 9 SMP dan berasal dari beberapa kecamatan berbeda di Kabupaten Madiun.
Sulastri, pemilik toko sekaligus korban, mengaku baru mengetahui tokonya dibobol saat hendak membuka usaha pada pagi hari. Ia mendapati sejumlah barang dagangan serta uang tunai telah hilang.
“Saya tahunya pagi saat mau buka toko, barang-barang sudah berantakan dan banyak yang hilang. Setelah itu kami cek CCTV dan terlihat para pelaku,” ujar Sulastri.
Barang yang hilang antara lain rokok berbagai merek, beras, minyak goreng, serta kebutuhan pokok lainnya. Akibat kejadian ini, korban mengalami kerugian sekitar Rp4 juta.
Kapolsek Wonoasri, AKP Eka Supriyadi, membenarkan penangkapan para pelaku. Dari tangan mereka, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti.
“Kami telah mengamankan empat terduga pelaku beserta barang bukti berupa rokok, dua unit telepon genggam, dan uang tunai. Saat ini kasus masih dalam penanganan lebih lanjut,” jelas AKP Eka Supriyadi.
Dari hasil penyelidikan sementara, para pelaku diduga tidak hanya sekali melakukan aksi pencurian. Mereka disebut pernah melakukan pencurian di lokasi yang sama sebelumnya dengan kerugian yang lebih besar, mencapai puluhan juta rupiah.
Mengingat seluruh pelaku masih di bawah umur, penanganan kasus ini dilimpahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Madiun untuk proses hukum lebih lanjut.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan serta memasang sistem keamanan tambahan guna mencegah tindak kejahatan serupa.
Editor : JTV Madiun



















