SURABAYA - KONI Jawa Timur terus mematangkan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) Beladiri II 2026 yang akan digelar di Sulawesi Utara. Berbagai langkah dilakukan guna meraih hasil maksimal di ajang dua tahunan tersebut.
Persiapan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada atlet, tetapi juga pada pelatih. Salah satunya dengan menerapkan sistem visual coaching sebagai panduan pelatihan bagi pelatih cabang olahraga yang akan bertanding.
Sebagai strategi baru yang dikembangkan, visual coaching dinilai mampu membantu pelatih dalam menyusun program latihan yang lebih terstruktur dan terukur. Mulai dari dasar pembinaan atlet hingga penyesuaian komponen latihan sesuai kondisi, kebutuhan, serta target masing-masing atlet.
Untuk merealisasikan penerapan sistem tersebut, KONI Jawa Timur mulai memanggil para pelatih cabang olahraga untuk menyusun program latihan yang kemudian dipresentasikan dan dievaluasi. Selanjutnya, para pelatih akan mendapat pendampingan dari tim Badan Pelaksana Pemusatan Latihan Daerah (Bapel Puslatda) serta tim Badan Sport Science.
Ketua Umum KONI Jawa Timur, Muhammad Nabil, menyebut pelatih berperan sebagai desainer program latihan yang harus mampu menyusun modul dan pola latihan, baik untuk persiapan jangka pendek maupun jangka panjang.
Ia menegaskan pelatih akan dievaluasi secara berkala melalui sistem promosi dan degradasi guna memastikan program latihan berjalan optimal.
“Dunia kepelatihan itu dinamis dan tidak linear. Bisa naik turun tergantung performa. Makanya pelatih harus merefleksikan dirinya, apakah sudah memiliki performa dan moral yang baik,” ujarnya.
Lebih lanjut, pihaknya akan melakukan monitoring secara rutin terhadap program latihan yang dijalankan. Tidak hanya melalui laporan, KONI Jawa Timur juga akan turun langsung ke lapangan untuk memastikan keseragaman pola latihan.
“Kami akan melakukan kunjungan dan konfirmasi secara berkala agar ada keseragaman pola latihan, meskipun berasal dari cabang olahraga yang berbeda. Ini juga bertujuan untuk mencapai target perolehan medali secara maksimal,” tambahnya.
Program visual coaching ini tidak hanya difokuskan sebagai persiapan jangka pendek menuju PON Beladiri 2026, tetapi juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam menghadapi babak kualifikasi PON 2028, sebagai ajang perebutan tiket menuju multi event olahraga nasional tersebut.(Luluk Listiani)
Editor : M Fakhrurrozi



















