PONOROGO - Puluhan mahasiswa menggelar aksi damai di depan Kantor Kejaksaan Negeri Ponorogo. Selain menyampaikan dukungan terhadap penanganan kasus dugaan korupsi tunjangan perumahan DPRD, mahasiswa juga menyerahkan buket unik berisi cotton bud, Insto, Bayclin, dan Betadine.
Aksi damai digelar puluhan mahasiswa di depan Kantor Kejaksaan Negeri Ponorogo, Kamis sore. Aksi tersebut menjadi bentuk dukungan kepada Kejari Ponorogo untuk mengusut tuntas kasus dugaan korupsi tunjangan perumahan DPRD.
Koordinator aksi, Ulil Arzak Ahmadi, menyebut ada empat poin yang disampaikan mahasiswa. Di antaranya mendorong penuntasan kasus serta perbaikan tata kelola pemerintahan agar kasus serupa tidak kembali terjadi.
Sebagai simbol dukungan, mahasiswa menyerahkan sebuah buket berisi empat barang dengan makna masing-masing.
Baca Juga : Dukung Kajari Berantas Korupsi, Mahasiswa Beri Buket Berisi Cotton Bud hingga Betadine
Cotton bud dimaknai sebagai harapan agar aspirasi masyarakat didengar. Insto menjadi simbol agar proses penyidikan berjalan jernih. Bayclin dimaknai sebagai upaya membersihkan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme. Sementara Betadine menjadi simbol untuk mengobati luka masyarakat akibat dugaan penyimpangan kewenangan.
Menanggapi aksi tersebut, Kepala Seksi Intelijen Kejari Ponorogo, I Komang Ugra, menyebut aspirasi mahasiswa menjadi pemacu bagi kejaksaan untuk terus menjalankan proses penegakan hukum.
Aksi berlangsung damai dan ditutup dengan penyerahan buket kepada pihak kejaksaan. Mahasiswa berharap penanganan perkara dapat berjalan transparan, independen, dan tuntas, sekaligus menjadi momentum perbaikan tata kelola pemerintahan di Ponorogo.
Editor : JTV Madiun

















