JAKARTA - Putri musisi senior Ikang Fawzi, Marsha Chikita Fawzi atau yang akrab disapa Chiki Fawzi, membagikan pengalaman emosionalnya saat mengikuti Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026. Alih-alih berangkat ke Tanah Suci, Chiki harus menerima serangkaian "plot twist" yang membuatnya bingung.
Kabar ini bermula saat Chiki curhat melalui akun Instagram pribadinya, @chikifawzi, pada Selasa (27/01/2026). Ia mengaku diberhentikan secara mendadak dari tugasnya oleh atasan dari kementerian terkait.
“Semalam aku dicopot dari petugas haji, pemberitahuannya secara mendadak arahan dari atasan. Tidak ada konfirmasi lebih lanjut,” jelas Chiki melalui unggahan video di Story Instagram.
Ia sangat menyayangkan ketiadaan surat keterangan resmi yang menjelaskan keputusan tersebut. Padahal, menjadi petugas haji adalah impian besarnya sejak tiga tahun lalu. “One of my dreams bisa beribadah haji sambil melayani tamu Allah, jadi pahalanya bisa dobel,” pungkasnya.
Sempat Ada Harapan Kembali
Situasi sempat terlihat membaik ketika Chiki mengaku dihubungi kembali oleh pihak panitia untuk diminta bertugas lagi. Kabar kembalinya Chiki ini sempat terungkap saat ia berada di kawasan Tendean, Jakarta Selatan.
Namun, keadaan kembali berbalik. Melalui unggahan terbarunya pada Kamis (29/01/2026), Chiki mengungkapkan bahwa dirinya tetap batal menjadi petugas haji, meski segala perlengkapan sudah dipersiapkan.
“Gak jadi lagi padahal sudah packing, saya juga bingung,” terangnya secara emosional.
Kini, Chiki memilih untuk mengikhlaskan keadaan tersebut dengan lapang dada agar tidak memperpanjang polemik. Ia memutuskan untuk langsung fokus pada jadwal pekerjaannya yang lain. “Udah ya, aku udah move on, langsung isi schedule lain, promo film @titipbundadisurgamu,” tulis Chiki di Instagram Story-nya.
Ketatnya Diklat PPIH Arab Saudi 2026
Sebagai informasi, Diklat PPIH Arab Saudi 2026 diselenggarakan selama empat minggu. Pelatihan dimulai secara luring di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, pada 10 hingga 30 Januari 2026, dan akan dilanjutkan secara daring pada awal hingga 9 Februari 2026.
Tahun ini, pelatihan difokuskan pada peningkatan kualitas pelayanan kepada jamaah haji. Aspek kedisiplinan pun diperkuat dengan dukungan dari TNI dan Polri. Seluruh peserta yang berjumlah 1.554 orang diharapkan memiliki jiwa melayani, memahami dasar penyelenggaraan haji, menguasai fikih haji, serta mampu berkomunikasi dalam bahasa Arab. (Dea Angelina)
Editor : Iwan Iwe



















