Pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Banyuwangi menjalani tes urine, Senin, (5 Oktober 2026 pagi). Tes urine ini digelar persis sepekan pasca kasus narkoba yang menyeret oknum anggota DPRD Banyuwangi, A. Selain tes urine, juga digelar deklarasi dukungan program pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN).
Tes urine ini dilakukan bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Banyuwangi. Tes urine digelar di area ruang khusus gedung DPRD Kabupaten Banyuwangi. Begitu tiba, seluruh anggota DPRD Kabupaten Banyuwangi diminta mengambil sampel urine untuk dilakukan tes.
Tidak hanya anggota, Ketua dan seluruh pimpinan DPRD Kabupaten Banyuwangi juga menyerahkan sampel urine.
Setelah pengambilan sampel urine, kegiatan dilanjutkan dengan deklarasi dukungan program P4GN. Deklarasi dipimpin Ketua DPRD Kabupaten Banyuwangi dengan diikuti seluruh anggota.
Baca Juga : Tes Urine Massal di Lapas Blitar, Petugas Musnahkan Barang Sitaan dari Kamar Tahanan
Kepala BNNK Banyuwangi, Kombes Pol. Rachmat Kurniawan mengatakan, mengapresiasi Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Banyuwangi yang telah melakukan deklarasi bersih dari narkoba dan melakukan deteksi dini dengan menjalani tes urine.

"Ini adalah optimaslisasi penguatan kepercayaan masyarakat bahwa di lingkungan Dewan ini bersih dari narkoba," tegasnya.
Baca Juga : Sopir Bus di Terminal Kertonegoro Ngawi Jalani Pemeriksaan Kesehatan dan Tes Urine
Jika ada anggota DPRD Banyuwangi yang ditemukan positif narkoba/ Rachmat meminta pimpinan partai untuk segera melakukan tindak lanjut. Dari sisi BNNK, jika ada temuan yang positif narkoba direkomendasikan untuk melakukan rehabilitasi. Baik itu rehabilitasi jalan ataupun rehabilitasi inap.
"Tugas BNN ini bukan hanya penindakan saja, namun yang lebih penting adalah bagaimana menyembuhkan teman-teman yang sudah terkontaminasi," tegasnya.
Ketua DPRD Banyuwangi, I Made Cahyana Negara, mengatakan tes urine ini sebagai upaya deteksi dini penyalahgunaan narkoba bagi seluruh anggota DPRD Banyuwangi. Dia menyebut, kegiatan ini sudah diagendakan jauh-jauh hari bersama BNNK Banyuwangi.
Baca Juga : Cegah Penyalahgunaan Narkoba, Puluhan Personel Polres Kediri Kota Jalani Tes Urine Mendadak
Anggota DPRD Banyuwangi total ada 50 orang. Dikurangi A yang sedang menjalani rehabilitasi tersisa 29 orang. Dari 49 orang ini, ada tiga puluh orang yang hadir mengikuti tes urine pada hari ini. Sebelumnya 7 anggota fraksi demokrat sudah lebih dulu melakukan tes urine di kantor BNNK Banyuwangi karena tidak bisa melakukan tes urine hari ini. Sehingga saat ini tersisa 12 anggota DPRD Banyuwangi yang belum melakukan tes urine.
Dia menyebut, 12 orang yang belum hadir melakukan tes urine ini sama sekali tidak menyampaikan pemberitahuan. Made meminta, anggota DPRD Banyuwangi yang belum menjalani tes urine agar segera melakukan tes susulan.
"Kita minta melakukan tes susulan di kantor BNNK Banyuwangi
Handoko Khusumo
Editor : JTV Banyuwangi



















