KABUPATEN MADIUN - Dewan Pimpinan Cabang PDI Perjuangan (PDIP) Kabupaten Madiun resmi melakukan peremajaan struktur kepengurusan dengan menempatkan sedikitnya 20 persen kader milenial dan generasi Z di posisi strategis tingkat kecamatan. Langkah ini dilakukan melalui Musyawarah Anak Cabang (Musancab) sebagai bagian dari strategi kaderisasi jangka panjang.
Sekretaris DPD PDIP Jawa Timur, Deni Wicaksono, menyatakan kebijakan tersebut merupakan bagian dari restrukturisasi pasca kongres partai. Kabupaten Madiun disebut menjadi salah satu daerah prioritas pembenahan, mengingat statusnya sebagai basis kuat partai berlambang banteng.
Menurutnya, dalam restrukturisasi ini, DPD PDIP Jawa Timur mewajibkan minimal 20 persen pengurus PAC berusia di bawah 35 tahun dan mengisi posisi strategis seperti ketua, sekretaris, atau bendahara.
“Langkah ini untuk menjawab tantangan ke depan, terutama Pemilu 2029 yang diproyeksikan didominasi pemilih muda hingga 60 persen,” ujar Deni Wicaksono.
Ia menambahkan, kehadiran kader muda diharapkan mampu menyerap aspirasi generasi baru sekaligus menghadirkan pola gerakan politik yang lebih relevan dengan perkembangan zaman, tanpa mengesampingkan peran kader senior.
Sementara itu, Ketua DPC PDIP Kabupaten Madiun, Fery Sudarsono, menegaskan bahwa kader muda yang masuk dalam struktur akan dipersiapkan secara serius melalui pendidikan politik dan penguatan ideologi partai.
“Selain pemahaman dasar partai, kader muda juga didorong untuk memanfaatkan digitalisasi dalam menggerakkan organisasi,” jelas Fery.
Penguatan struktur kepengurusan ini diharapkan menjadi modal penting dalam menghadapi kontestasi politik mendatang, termasuk mempertahankan kursi Ketua DPRD, menambah jumlah kursi legislatif, serta memenangkan pemilihan kepala daerah di Kabupaten Madiun.
Editor : JTV Madiun



















