PROBOLINGGO - SMA Negeri 1 Kota Probolinggo, menggelar Grand Final SMASA Ambassador 2026, Rabu (17/6/2026) siang.
Ajang pemilihan Putra-Putri SMASA Ambassador 2026 yang mengusung tema “Shine Your Light, Raise Your Voice, Be Inspiring With Smasa Ambassador 2026” berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Ratusan siswa memenuhi area sekolah untuk memberikan dukungan kepada para finalis yang tampil percaya diri di atas panggung.
Di tengah panggung Grand Final SMASA Ambassador 2026, nama Desti Imah Amalillah Hafi diumumkan sebagai Juara 1 Putri. Gelar prestisius itu terasa begitu istimewa karena Desti merupakan seorang anak yatim yang berhasil mewujudkan mimpi sekaligus melanjutkan warisan semangat dari almarhum ayahnya.
Sebelum mencapai acara puncak, para peserta harus melalui serangkaian tahapan mulai dari pendaftaran, seleksi, karantina hingga penyaringan ketat yang menyisakan delapan pasang finalis terbaik. Suasana semakin menegangkan saat pengumuman delapan besar menjadi lima besar hingga tiga besar.
Puncaknya, dewan juri menetapkan pasangan terbaik SMASA Ambassador 2026 yakni Ibad Zulhusni Ahyan sebagai Juara 1 Putra dan Desti Imah Amalillah Hafi sebagai Juara 1 Putri.
Bagi Desti, kemenangan tersebut bukan sekadar gelar. Ia mengaku perjalanan yang ditempuh hingga berada di atas panggung merupakan hasil didikan dan motivasi yang diberikan almarhum ayahnya sejak kecil.
“Saya sejak kecil sudah diperkenalkan dunia modeling dan berbagai ajang pencarian bakat oleh Almarhum Subhan Hafi ayah saya. Dari sana mental saya terbentuk dan wawasan saya terus berkembang,” ujar Desti usai menerima penghargaan.
Desti mengungkapkan, sosok sang ayah menjadi alasan terbesar dirinya tidak pernah takut mencoba berbagai kompetisi.
“Almarhum ayah saya yang menjadikan saya seperti sekarang. Beliau selalu mengajarkan untuk berani mencoba dan tidak mudah menyerah. Karena itu saya terus mengikuti berbagai ajang pencarian bakat hingga berhasil meraih sejumlah prestasi,” katanya.
Remaja berprestasi tersebut dikenal aktif mengikuti berbagai lomba modeling dan ajang pengembangan bakat, baik di tingkat Kota Probolinggo maupun regional Jawa Timur. Pengalaman itu menjadi bekal penting saat tampil dalam kompetisi SMASA Ambassador.
Tak hanya membawa prestasi pribadi, Desti juga telah menyiapkan program advokasi bertajuk Sapa SMASA yang berfokus pada kesehatan mental dan komunikasi di lingkungan sekolah.
“Program ini berfokus pada kesiapan mental siswa sekaligus mengikis sekat komunikasi antara siswa dan guru. Kami ingin menghadirkan suasana sekolah yang lebih nyaman dan suportif,” jelasnya.
Menurut Desti, program tersebut akan diwujudkan melalui kegiatan motivasi yang dilakukan secara langsung kepada siswa sebelum memasuki kelas.
“Nantinya kami akan memberikan motivasi kepada siswa saat pagi hari di gerbang sekolah agar mereka lebih semangat belajar dan memulai hari dengan energi positif,” ujarnya.
Ia menilai masih banyak pelajar yang datang ke sekolah dengan kondisi kurang bersemangat sehingga membutuhkan dukungan moral dari lingkungan sekitar.
“Saya masih sering melihat teman-teman datang ke sekolah dengan wajah lesu dan kurang termotivasi. Karena itu saya ingin memulai perubahan dari lingkungan sekitar terlebih dahulu,” tuturnya.
Selain aktif di dunia modeling, Desti juga memiliki cita-cita besar di bidang pendidikan. Setelah lulus SMA, ia bertekad melanjutkan studi ke Politeknik Keuangan Negara STAN.
“Setelah lulus dari SMA saya ingin melanjutkan pendidikan di STAN. Namun bakat dan kemampuan yang saya miliki saat ini akan terus saya asah dan kembangkan,” katanya.

Sementara itu, Juara 1 Putra SMASA Ambassador 2026, Ibad Zulhusni Ahyan, mengaku keikutsertaannya dalam ajang tersebut didorong keinginan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi dan kepemimpinan.
“Motivasi saya mengikuti SMASA Ambassador adalah untuk meningkatkan kemampuan komunikasi, kepemimpinan, dan kepercayaan diri. Selain itu saya ingin memperoleh pengalaman yang dapat menjadi bekal saat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi,” ujar Ibad.
Sebagai bentuk kontribusi nyata, Ibad telah menyiapkan program advokasi English For Everyone (EFE).
“Saya ingin membantu siswa-siswi SMAN 1 Kota Probolinggo agar lebih percaya diri menggunakan bahasa Inggris sehingga sekolah ini semakin siap menuju tingkat internasional,” katanya.
Menurutnya, kemampuan berbahasa Inggris menjadi salah satu modal penting menghadapi perkembangan dunia yang semakin global.
“Saya juga ingin meningkatkan eksistensi sekolah melalui media sosial dan memperkuat citra SMASA agar lebih dikenal secara internasional,” tambahnya.
Ketua Panitia SMASA Ambassador 2026, Ineva Regita Alzena Susanto, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi wadah bagi siswa untuk menunjukkan potensi terbaik mereka.
“Tujuan adanya SMASA Ambassador adalah memilih siswa-siswi SMA Negeri 1 Kota Probolinggo yang dapat menjadi representasi sekolah. Selain itu kegiatan ini juga menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan minat, bakat, dan kemampuan lainnya,” jelas Ineva.
Ia mengatakan para pemenang nantinya akan menjadi wajah sekolah dalam berbagai kegiatan, baik di tingkat daerah maupun nasional.
“Mereka akan mewakili SMA Negeri 1 Kota Probolinggo dalam berbagai kegiatan di luar sekolah dan menjadi teladan bagi siswa-siswi lainnya,” ujarnya.
Ineva berharap seluruh finalis tetap berkontribusi bagi sekolah meski tidak seluruhnya berhasil meraih gelar utama.
“Harapan saya seluruh finalis dapat terus memberikan dampak positif dan manfaat yang lebih besar bagi siswa-siswi SMA Negeri 1 Kota Probolinggo serta membawa nama baik sekolah hingga tingkat yang lebih luas,” tuturnya.
Selain memilih Putra dan Putri SMASA Ambassador 2026, panitia juga menetapkan sejumlah gelar duta sesuai bidang masing-masing, di antaranya Duta Lingkungan Hidup, Duta Literasi, Duta Persahabatan, Duta Kesehatan, Duta Olahraga, dan Duta Kesenian.
Kisah Desti menjadi bukti bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih prestasi. Berbekal semangat, ketekunan, dan nilai-nilai yang diwariskan sang ayah, siswi yatim tersebut kini berdiri sebagai inspirasi baru bagi pelajar Kota Probolinggo. (*)
Editor : M Fakhrurrozi

















