Penurunan performa Persewangi Banyuwangi menjadi sorotan berbagai pihak. Legenda suporter Persewangi, Ahmad Mustain, menilai merosotnya prestasi tim tidak lepas dari lemahnya pengelolaan pemain dan minimnya sinergi dengan klub-klub lokal.
Dalam keterangannya, seusai Podcast 90 Menit Banyuwangi, Mustain menegaskan, Persewangi yang kini berjalan mandiri justru terlihat menjauh dari ekosistem pembinaan di bawah Askab PSSI Banyuwangi. Padahal, sumber kekuatan utama klub berada pada talenta lokal yang selama ini dibina oleh klub-klub daerah.
“Kalau membawa nama Banyuwangi, pemain seharusnya diambil dari klub lokal. Sekarang ini belum terlihat arah ke sana,” ujarnya.
Ia menyebut, kondisi tersebut berdampak langsung pada kualitas tim di lapangan. Banyak pemain potensial tidak terserap, sementara klub kesulitan menjaga konsistensi performa dalam kompetisi.
Baca Juga : Carlos Parreira Tanggapi Kritik dari Suporter Madura United

“Akibatnya performa tim tidak stabil. Padahal pemain lokal kita banyak yang berkualitas,” ucapnya.
Mustain juga menyoroti menurunnya performa tim dengan berkurangnya minat penonton di stadion. Ia menilai, publik Banyuwangi memiliki ekspektasi tinggi terhadap kualitas permainan Persewangi.
“Penonton itu datang kalau tim main bagus. Kalau performa turun, wajar kalau minat ikut turun,” katanya.
Ia menegaskan, kondisi ini harus menjadi peringatan serius bagi manajemen untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh, mulai dari rekrutmen pemain.
“Ini bukan soal kalah atau menang saja, tapi bagaimana tim ini dikelola. Kalau tidak dibenahi, Persewangi akan terus tertinggal,” tegasnya.
Handoko Khusumo
Editor : JTV Banyuwangi



















