MALANG - Sebuah kasus pembunuhan mengerikan berhasil mengguncang kota malang. Bukan hanya sadis, tetapi juga terdapat fakta unik yang berhasil diungkap oleh pihak kepolisian. Fakta ini sulit dicerna akal sehat. Pelaku dan korban saling meminta maaf di tengah adegan berdarah.
27 Desember 2025, jalan Ikan Gurami yang biasa tenang, berubah menjadi drama kehidupan yang berakhir tragis. Di sebuah kamar kos padat penduduk, terjadi 20 adegan keras yang berujung pada kematian seorang wanita bernama Siti Muawana, warga jalan Pisang Candi, Sukun Kota Malang.
Baca Juga : Motif Pembunuhan Perempuan Cekcok Bayar Service Motor
Demi alasan keamanan, rekonstruksi kasus pembunuhan ini digelar di Mapolresta Malang Kota. Dengan 20 adegan berurutan yang dilakukan tersangka, Musa Krisdianto (29).
Kasus bermula saat pelaku dan korban terlibat transaksi kencan online. Namun, segalanya berubah saat pelaku mengaku tidak memiliki uang. Ia berjanji akan membayar jasa korban dengan satu unit handphone. Namun korban tidak sepakat dan memutuskan untuk menyudahi kencan tersebut.
Baca Juga : Tragis! Petani di Sampang Tewas Dibunuh Tetangga Saat Garap Sawah
Pelaku langsung emosi, kemudian mengambil pisau dapur dan melakukan sepuluh kali tusukan, tiga kali sayatan, menghujam perut, dada, hingga leher.
AKP Wachid S. Arif, Kanit 1 Satreskrim Polresta Malang Kota menjelaskan, “Jadi, tersangka menghabisi 2 kali. Yang pertama ditusuk, yang kedua, ternyata korban masih teriak, akhirnya dicekik. Penusukan berkali kali. Ada luka tusuk, dan luka sayat yang ditemukan berdasarkan hasil autopsi kemarin.”
Baca Juga : Tim Gabungan Berhasil Ringkus Pelaku Pembunuhan di Jabung
Dalam kondisi tubuh penuh luka dan sekarat, korban sempat meminta maaf karena memaksa dirinya untuk dibayar tunai dan menolak bayaran handphone. Di saat yang hampir bersamaan, pelaku yang telah menyiksa dan melukai korban, juga bersimpuh memeluk korban, dan melontarkan kata maaf.
Baca Juga : Mayat Perempuan Diikat Kawat dan Mulut Disumpal BH
Guntur Putra, kuasa hukum tersangka berujar, “Kalau minta maaf sebelum bayar kan harusnya mulai awal. Karena permintaan maaf waktu di adegan itu setelah korban tergeletak. Kondisi korban waktu itu masih hidup. Setelah itu, mungkin dalam jarak beberapa menit korban meninggal di tempat.”
Sebelum masuk ke meja hijau, kasus ini telah lebih dahulu viral di dunia maya. Video penggerebekan warga dan penangkapan pelaku yang bersembunyi di balik toren air telah viral di berbagai media sosial. (Renata)
Baca Juga : Menantu Adalah Maut, Nenek 70 Tahun Meninggal Dunia Ditusuk Menantu
Editor : M Fakhrurrozi



















