KOTA MADIUN - Batu kali yang selama ini kerap dianggap benda biasa ternyata bisa memiliki nilai ekonomi tinggi di tangan orang yang kreatif. Hal itu dibuktikan Musafah (67), warga Jalan Merak Barat, Kelurahan Nambangan Kidul, Kota Madiun, yang berhasil mengubah batu kali menjadi karya seni dekorasi dinding tiga dimensi dengan nilai jual ratusan ribu rupiah.
Di rumah sederhananya, Musafah menyusun batu-batu kecil yang dikumpulkan dari sungai menjadi berbagai karya seni unik. Berbeda dengan seni pahat batu pada umumnya, ia tidak mengukir ataupun memahat batu tersebut. Musafah justru memanfaatkan bentuk alami setiap batu untuk disusun menjadi siluet manusia, hewan, hingga pemandangan alam yang menarik.
Keaslian warna dan tekstur batu tetap dipertahankan sehingga menghasilkan kesan alami pada setiap karya yang dibuat. Berkat ketelatenannya, batu kali yang semula dianggap tidak bernilai kini berubah menjadi dekorasi artistik yang diminati masyarakat.
Musafah menuturkan, ketertarikannya membuat karya seni dari batu kali berawal dari kebiasaannya mengumpulkan batu-batu kecil di tepi sungai sekitar dua tahun lalu. Dari sana ia mulai melihat bentuk-bentuk unik yang memunculkan ide untuk dijadikan media seni dekoratif.
Baca Juga : Sparta Pena FC Taklukkan PKDI 5-3 di Turnamen Mini Soccer Kapolres Madiun Cup U-40
"Awalnya saya sering menemukan batu-batu dengan bentuk yang unik saat berada di sungai. Dari situ muncul ide untuk menyusunnya menjadi gambar atau siluet tertentu. Ternyata hasilnya cukup menarik dan banyak yang menyukai," ujar Musafah.
Dalam proses pembuatannya, Musafah harus memilih batu dengan karakter tertentu, terutama batu yang berbentuk pipih agar mudah ditempelkan pada media bingkai. Proses tersebut membutuhkan ketelitian tinggi karena setiap batu harus ditempatkan sesuai komposisi yang telah dirancang.
Untuk menyelesaikan satu karya, ia membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga jam. Tahapan pengerjaan dimulai dari memilah batu, menyusun pola sesuai tema yang diinginkan, hingga menempelkannya pada bingkai.
Baca Juga : Dari Tepian Sungai Jadi Karya Seni Bernilai Jual, Warga Madiun Sulap Batu Kali Menjadi Dekorasi Unik
"Tantangan terbesar justru mencari batu yang sesuai kebutuhan. Tidak semua batu bisa digunakan. Saya harus mencari bentuk tertentu agar bisa membentuk objek yang saya inginkan," jelasnya.
Tema yang diangkat pun cukup beragam, mulai dari siluet keluarga, aktivitas sosial, pasangan, satwa hingga panorama alam. Keunikan inilah yang membuat karya Musafah banyak diminati sebagai hiasan rumah maupun tempat usaha.
Saat ini, karya-karyanya telah menghiasi sejumlah rumah dan tempat usaha di wilayah Madiun dan sekitarnya. Setiap bingkai dijual dengan harga berkisar Rp150 ribu hingga Rp200 ribu, sehingga menjadi sumber penghasilan tambahan bagi Musafah di usia senjanya.
Baca Juga : Arus Balik Libur Panjang, Terminal Purbaya Madiun Dipadati Penumpang
Meski demikian, ia mengaku masih menghadapi kendala dalam pemasaran. Selama ini penjualan karya lebih banyak mengandalkan jaringan pertemanan dan promosi dari mulut ke mulut.
"Saya berharap ke depan ada dukungan dari pemerintah daerah agar bisa mengikuti pameran-pameran seni. Dengan begitu karya ini bisa lebih dikenal masyarakat luas dan pemasarannya semakin berkembang," harap Musafah.
Kisah Musafah menjadi bukti bahwa kreativitas dapat lahir dari benda-benda sederhana di sekitar lingkungan. Melalui sentuhan seni dan ketekunan, batu kali yang biasa ditemukan di tepian sungai kini berubah menjadi karya dekoratif bernilai ekonomi dan memiliki daya tarik tersendiri bagi para pecinta seni.
Editor : JTV Madiun

















