SIDOARJO - Program “Blusukan Padhange Ati Ramadhan” yang tayang di JTV pada Minggu (22/2/2026) kembali menghadirkan tausiah yang menyejukkan hati. Kali ini, kegiatan ngaji bersama digelar di Masjid Sabilinnajah, Jalan Anusanata, Dusun Pager, Sawotratap, Kecamatan Gedangan, Sidoarjo.
Acara yang dipandu oleh host Tiara ini menghadirkan KH Imam Chambali sebagai penceramah dan diikuti dengan antusias oleh jemaah muslimah setempat. Rangkaian acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an Surah An-Nahl ayat 63 oleh Siti Nurqomariyah, yang menjelaskan tentang bagaimana setan memperindah perbuatan buruk manusia.
Tipu Daya Setan: Maksiat Terasa Indah
Dalam tausiahnya, KH Imam Chambali menjelaskan bahwa salah satu strategi utama setan adalah membuat kemaksiatan terlihat menyenangkan. Ia mencontohkan fenomena psikologis yang sering dialami umat Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Baca Juga : Lewat Pameran Mulai Dari Rumah, Samurai Jalu Ubah Rumah Jadi Laboratorium Kreatif
“Semua perbuatan dosa itu dibuat indah oleh setan. Ngaji kadang terasa mengantuk, tapi kalau rasan-rasan atau membicarakan orang lain justru bersemangat,” ujar KH Imam Chambali.
Beliau menegaskan bahwa manusia perlu menyadari hakikat maksiat sebagai sesuatu yang menjijikkan. Ia mencontohkan kasus korupsi yang tidak hanya menghancurkan reputasi pelaku, tetapi juga membebani keluarga dengan rasa malu.
Benteng Menghadapi Godaan
Baca Juga : Empat Kantong Jenazah Berisi Potongan Tubuh Dikirim ke Jakarta untuk Tes DNA
Guna menghadapi godaan yang tidak pernah putus, KH Imam Chambali menekankan pentingnya memohon pertolongan Allah SWT. Salah satu cara praktisnya adalah dengan membiasakan doa saat keluar rumah.
“Minimal membaca Bismillahi tawakkaltu ‘alallah, la haula wala quwwata illa billah. Kita tidak akan kuat menghadapi godaan setan tanpa kekuatan dari Allah,” tuturnya.
Selain doa, rasa malu dan rasa takut kepada Allah harus dijadikan benteng utama. Beliau mengingatkan bahwa setiap perbuatan, baik maupun buruk, pada akhirnya akan kembali kepada pelakunya masing-masing.
Baca Juga : Tragedi Musala Ambruk di Ponpes Al Khoziny: 1 Santri Meninggal, Puluhan Luka
Solusi Menghindari Ghibah
Dalam sesi tanya jawab, seorang jemaah menanyakan cara efektif menghindari kebiasaan bergosip atau ghibah. KH Imam Chambali menyarankan agar umat Islam memperbanyak intensitas mengaji dan menuntut ilmu.
“Kalau seseorang senang ngaji, hidupnya akan tertata. Dengan ilmu, orang akan paham mana yang membawa manfaat dan mana yang harus dihindari,” pungkasnya.
Baca Juga : Empat Mantan Kadis P2CKTR Sidoarjo Jadi Tersangka Kasus Korupsi Rusunawa Tambaksawah Rp 9,7 Miliar
Program ini diharapkan menjadi pengingat bagi masyarakat, khususnya di bulan Ramadan, untuk terus berzikir dan memperbaiki diri agar terhindar dari segala bentuk tipu daya setan yang merusak iman. (Amellia Ciello)
Editor : Iwan Iwe



















