KEDIRI - Masa pensiun tak membuat Dwi Sularaji, 57, berdiam diri di rumah. Warga Jalan Welirang, Kelurahan Pare, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri itu justru menemukan sumber penghasilan baru dari hobi mengoleksi sepatu yang selama bertahun-tahun ia tekuni.
Koleksi sepatu bekas impor miliknya kini berkembang menjadi sebuah usaha yang menjanjikan. Ratusan pasang sepatu branded bekas yang ia kumpulkan perlahan berubah menjadi ladang cuan setelah banyak orang tertarik membeli koleksinya.
Dwi bahkan menyulap ruang tamu rumahnya yang berukuran sekitar 5 x 6 meter menjadi toko sederhana. Tanpa etalase mewah, ratusan pasang sepatu berbagai merek tertata di rak kayu dan sejumlah sudut ruangan.
Di toko rumahan tersebut, tersedia berbagai sepatu bekas impor dari merek ternama seperti Adidas, New Balance, Nike hingga Air Jordan. Sebagian besar merupakan koleksi pribadi yang dikumpulkan selama bertahun-tahun.
"Daripada hanya disimpan dan tidak dipakai, saya jual kembali. Ternyata banyak yang mencari karena kualitasnya masih bagus dan harganya lebih terjangkau," ujar Dwi.
Menurutnya, bisnis sepatu bekas impor memiliki pasar tersendiri. Banyak pemburu sepatu branded yang ingin mendapatkan produk berkualitas dengan harga jauh lebih murah dibandingkan barang baru.
Harga yang ditawarkan pun cukup bervariasi. Pembeli dapat membawa pulang sepatu impor bekas dengan harga mulai Rp 150 ribu hingga Rp 500 ribu per pasang, tergantung merek dan kondisi barang.
Tak hanya melayani pembeli dari Pare dan wilayah Kediri, toko milik Dwi juga didatangi pelanggan dari luar daerah. Sebagian besar mengetahui keberadaan toko tersebut melalui media sosial dan rekomendasi sesama pencinta sepatu.
Rivan, salah satu pembeli asal Jombang, mengaku sengaja datang karena tertarik dengan koleksi yang ditawarkan. Selain pilihan mereknya beragam, kondisi sepatu dinilai masih layak pakai dan harganya cukup bersaing.
Ramainya pembeli membuat Dwi optimistis mengembangkan usahanya. Ke depan, ia berencana memiliki tempat yang lebih representatif agar koleksi sepatu dapat ditata lebih rapi dan memberikan kenyamanan bagi pelanggan saat berbelanja.
Dari sekadar hobi mengoleksi sepatu, Dwi membuktikan bahwa peluang usaha bisa datang dari barang-barang yang selama ini dianggap hanya koleksi pribadi. Dengan ketelatenan dan memanfaatkan media sosial, bisnis sepatu impor bekas miliknya kini mampu mendatangkan pelanggan dari berbagai daerah. ( Muhammad Zainurofi )
Editor : JTV Kediri



















