SURABAYA - Dampak dari peralihan anggaran pemberian makanan gratis untuk warga tidak mampu di Surabaya khususnya bagi lansia/yatim dan disabilitas,banyak dikeluhkan warga di setiap kelurahan. Seperti hanya yang di alami oleh warga Tiong hoa Tjeng kim Neo ,warga tambak Adi kelurahan Simokerto Surabaya ini, ia tidak lagi mendapatkan jatah makanan gratis dari pemkot,padahal sebelumnya dapat permakanan setiap hari di bulan November dan Desember 2022 lalu.
Tjeng kim nio yang berumur 85 tahun ini tinggal bersama anaknya di jalan tambak Adi Surabaya. Bahkan rumah yang mereka tempati juga bukan rumahnya namun di pinjami oleh keluarganya. Rumahnya juga tidak seberapa terurus banyak yang sudah mengalami kerusakan.
Mendengar laporan tersebut politisi Nasdem DPRD kota Surabaya Imam Syafi'i. langsung mendatangi rumah Tjeng kim Neo, untuk melihat secara langsung kebenaranya.
Imam mengungkapkan kejadian ini akibat dari adanya rubahan anggaran pemberian makanan gratis dari yang sebelumnya di tangani kelurahan / kecamatan ,sekarang di tangani oleh dinas sosial sehingga banyak perubahan data baru. "Hampir setiap kelurahan ada 50 persen yang tidak dapat,"ungkap Imam Syafi'i,Rabu (18/1/23)
Baca Juga : Kasus Laka Akibat Mihol Naik, M. Fikser: Pengelola RHU Ikut Tanggung Jawab
Sementara itu menurut Kartono ,ketua RW 9 tambak Adi Surabaya ,saat ini sedikitnya sudah ada 60 lebih lansia yang sudah di ajukan ke dinsos termasuk Tjeng kim nio. Namun nanti berapa yang di setujui masih belum tahu. Sebelumnya Tjeng kim sudah mendapatkan permakanan gratis, namun di bulan januari ini tiba tiba berhenti.
Dengan adanya peralihan data tersebut seharusnya pemberian makanan tetap di berikan.
Reporter: Ayul andim
Baca Juga : Cegah Banjir di Batas Kota, Pemkot Surabaya Bersihkan Kali Gunung Anyar
Editor: Vita Ningrum