TULUNGAGUNG - Permainan layang-layang tak melulu soal aduan atau keindahan bentuk. Di Desa Sumberingin Kulon, Kecamatan Ngunut, Tulungagung, ratusan penghobi layang-layang mengikuti lomba drag layang-layang, sebuah kompetisi unik yang menguji kecepatan, keterampilan, sekaligus kekompakan tim dalam menurunkan layangan.
Kompetisi yang digelar pemuda Desa Sumberingin Kulon itu diikuti sekitar 150 peserta dari berbagai daerah, seperti Tulungagung, Blitar, dan Kediri. Langit lokasi perlombaan dipenuhi layang-layang gapangan beragam warna yang menjadi daya tarik tersendiri bagi penonton.
Setiap tim terdiri atas tiga orang dengan tugas berbeda. Layang-layang yang dilombakan juga harus memenuhi syarat, yakni memiliki lebar minimal 120 sentimeter.
Lintasan drag memiliki panjang sekitar 100 meter dari posisi joki penarik layangan. Dalam setiap sesi, tiga tim bertanding secara bersamaan untuk menjadi yang tercepat menurunkan layang-layang hingga berhasil memegang bagian segitiga layangan tanpa menyentuh tanah.
Baca Juga : Diisukan Tutup, SDN 2 Plandaan Tulungagung Tegaskan Tetap Aktif Meski Hanya Terima 2 Murid Baru
Ketua Panitia, Yusuf Abdullah, menjelaskan bahwa penilaian utama didasarkan pada kecepatan peserta saat menurunkan layang-layang. Namun, ada aturan yang wajib dipatuhi seluruh peserta.
"Jika layang-layang jatuh dan menyentuh tanah, peserta langsung didiskualifikasi," ujarnya.
Salah satu peserta asal Blitar, Udin, mengaku membawa lima layang-layang untuk mengikuti perlombaan. Menurutnya, kemenangan dalam drag layang-layang bukan hanya bergantung pada kemampuan joki membaca arah angin.
Baca Juga : Warga Berebut Tumpeng Raksasa, Tradisi Larung Sembonyo Meriahkan Pantai Popoh Tulungagung
"Kualitas bahan dan kekuatan kerangka layang-layang juga sangat menentukan. Kerangka yang lebih kaku akan lebih kuat saat ditarik sehingga peluang menang lebih besar," jelasnya.
Lomba drag layang-layang ini telah tiga kali diselenggarakan oleh pemuda Desa Sumberingin Kulon. Antusiasme peserta terus meningkat karena permainan layang-layang masih menjadi hobi yang digemari berbagai kalangan, mulai anak-anak hingga orang dewasa. Keunikan konsep balapan di langit itu pun menjadi daya tarik tersendiri bagi para penghobi layang-layang di wilayah Mataraman. (Agus Bondan-Beny Setiawan)
Editor : JTV Kediri



















