MADIUN - Polda Jawa Timur menyiagakan 2.580 personel dalam Operasi Aman Mataraman Semeru 2026 untuk mengamankan wilayah Madiun dan sekitarnya. Pengamanan difokuskan pada pencegahan potensi gesekan antarkelompok perguruan pencak silat serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Operasi tersebut berlangsung pada 25 hingga 27 September 2026. Ribuan personel yang diterjunkan terdiri dari 1.090 personel Polda Jatim dan 1.490 personel gabungan dari sejumlah polres.
Kepala Biro Operasi Polda Jatim Kombes Pol. Jhoni Iskandar mengatakan pengamanan meliputi cipta kondisi, pencegahan konflik, pengaturan lalu lintas, serta antisipasi gangguan keamanan di sejumlah titik yang dinilai rawan.
Selain pengerahan personel, kepolisian juga telah melakukan penyekatan sejak beberapa hari sebelum operasi dimulai. Petugas diminta mengedepankan langkah preventif, persuasif, dan humanis serta memperkuat koordinasi dengan TNI, pemerintah daerah, pengurus perguruan pencak silat, dan tokoh masyarakat.
Baca Juga : Tingkatkan Kualitas IRTP, Dinkes Kabupaten Madiun Perkuat Pemahaman CPPOB bagi Pelaku Usaha
Pengamanan tersebut berkaitan dengan rencana Parapatan Luhur (Parluh) PSHT 2026 dari kubu pimpinan Muhammad Taufiq yang dijadwalkan berlangsung pada 25–27 September 2026.
Pihak PSHT pimpinan Muhammad Taufiq sebelumnya menyatakan Parluh tetap dijadwalkan di Padepokan Agung Madiun pada 25–27 September. Sementara itu, pemerintah daerah bersama Forkopimda telah menyepakati agar kegiatan tersebut tidak digelar di Kota maupun Kabupaten Madiun dengan pertimbangan keamanan dan keselamatan masyarakat. Kabupaten Magetan disebut menyatakan kesiapan menjadi lokasi pelaksanaan.
Dengan adanya perbedaan sikap mengenai lokasi pelaksanaan tersebut, aparat kepolisian menyiapkan pengamanan untuk menjaga situasi tetap kondusif selama periode operasi.
Editor : JTV Madiun



















