Menu
Pencarian


Ahli Cagar Budaya BPK Wilayah XI Jatim Akan Rehabilitasi Rumah Kepatihan Ngawi

Ito Wahyu - Kamis, 30 Juli 2026 15:45
Ahli Cagar Budaya BPK Wilayah XI Jatim Akan Rehabilitasi Rumah Kepatihan Ngawi
Kondisi bangunan cagar budaya Rumah Kepatihan di Jalan Patiunus, Kabupaten Ngawi, yang akan segera menjalani rehabilitasi

NGAWI - Bangunan bersejarah Rumah Kepatihan yang berdiri di Jalan Patiunus, Kabupaten Ngawi, akan segera mendapat sentuhan revitalisasi. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngawi melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) memastikan proses rehabilitasi cagar budaya ini tidak dilakukan sembarangan, dengan menggandeng Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Jawa Timur yang berbasis di Trowulan.

Mengapa keterlibatan ahli cagar budaya begitu penting dalam proyek ini? Sebab, merehabilitasi bangunan bersejarah bukan sekadar pekerjaan konstruksi biasa. Setiap detail, mulai dari bentuk arsitektur, jenis kayu, warna cat, hingga aksesori bangunan, harus disesuaikan dengan kondisi aslinya agar nilai historis dan budaya yang melekat tidak hilang begitu saja.

Kepala Bidang Tata Bangunan dan Tata Konstruksi DPUPR Ngawi, Yesi Widyarti, menjelaskan bahwa proyek dengan alokasi anggaran sebesar Rp1,5 miliar ini telah memasuki tahap penandatanganan kontrak dengan rekanan pelaksana, CV Abra Sampatti. BPK Wilayah XI Jawa Timur sendiri telah dilibatkan sejak tahap awal perencanaan, guna memastikan setiap langkah rehabilitasi sesuai kaidah pelestarian cagar budaya.

Fokus utama pengerjaan berada pada bangunan pendopo, rumah induk, serta dinding yang saat ini kondisinya sudah rusak berat. Meski demikian, proses rehabilitasi tidak dilakukan dengan membongkar seluruh bangunan, melainkan hanya pada bagian-bagian yang benar-benar memerlukan perbaikan.

Baca Juga :   Situs Adan-Adan Kediri Diyakini Lebih Besar dari Borobudur

"Tempat ini kan tanda tangan kontrak tanggal 27 Juli kemarin, kemudian SPMK-nya tanggal 25. Nanti jangka waktunya 105 hari. Pekerjaan difokuskan pada rumah induk, rumah induk ini tidak dibongkar secara keseluruhan. Ada dinding luar yang rusak berat, kemudian bongkar dan sulam atap," jelas Yesi.

Menariknya, ke depan kawasan Rumah Kepatihan tidak hanya akan berdiri sebagai bangunan bersejarah semata. Pemkab Ngawi berencana menjadikan area ini sebagai Taman Budaya Kabupaten Ngawi, tempat berbagai agenda kesenian dan kebudayaan akan digelar, sekaligus menjadi ruang berkumpul bagi para pegiat kebudayaan setempat.

Dengan proses rehabilitasi yang ditargetkan rampung dalam hitungan bulan ke depan, Rumah Kepatihan diharapkan tak hanya kembali kokoh secara fisik, tetapi juga hidup kembali sebagai ruang pelestarian sejarah dan budaya bagi masyarakat Ngawi.

Baca Juga :   Jamasan Arca Totok Kerot, Ikhtiar Merawat Jejak Peradaban Kediri

Editor : Iwan Iwe






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.