Arus kendaraan di lintas Jawa-Bali mulai meningkat menjelang puncak arus mudik Lebaran 2026. Data ASDP Indonesia Fery Cabang Ketapang menunjukkan terdapat peningkatan hingga 15 persen sejak Kamis (12 Maret 2026) jika dibanding hari biasa.
Jumlah kendaraan yang menyebrang dari Bali menuju Jawa mencapai 10.232 unit pada Kamis. Jumlah itu naik sekitar 15 persen dibanding sehari sebelumnya yang hanya berjumlah 8.875 unit.
Kendaraan yang melintas dari Bali menuju Jawa didominasi oleh pemudik yang membawa sepeda motor dan mobil pribadi. Jumlah sepeda motor mencapai 4.933 unit, naik 31 persen dibanding sehari sebelumnya.
Kendaraan mobil pribadi yang melintas dari arah yang sama juga meningkat 14 persen dari 2.315 unit pada Rabu menjadi 2.638 pada Kamis.
Hal ini menunjukkan, pergerakan para pemudik tujuan Jawa telah terlihat. Meskipun, puncak arus mudik diprediksi baru akan terjadi mulai Minggu (15 Maret 2026).

"Untuk prediksi puncak arus, kami memperkirakan akan terjadi pada tanggal 15 hingga 17 Maret. Hal ini karena akan ada penutupan penyeberangan di Ketapang pada 18 Maret, dan baru dibuka kembali pada 20 Maret," kata GM ASDP Cabang Ketapang Arief Eko.
Pergerakan kendaraan tak hanya meningkat dari Bali menuju Jawa. Pergerakan kendaraan arah sebaliknya pun, yakni dari Jawa menuju Bali, turut meningkat.
Bedanya, peningkatan lalu lintas dari Jawa menuju Bali didominasi oleh kendaraan besar atau truk logistik. Jumlah truk yang melintas dari Jawa menuju Bali pada Kamis berjumlah 2.517 unit.
Jenis kendaraan besar yang mendominasi adalah golongan VB (1.407 unit), disusul golongan VII (708), golongan VIB (376), golongan VIII (23), dan golongan IX (3).
"Saat ini, arus masih didominasi oleh kendaraan logistik, kemungkinan karena adanya pembatasan pada hari-hari tertentu dari pemerintah," tutur dia.
Handoko Khusumo
Editor : JTV Banyuwangi



















