KOTA MADIUN - Pemerintah Kota Madiun kembali menyalurkan bantuan pupuk non-subsidi kepada kelompok tani untuk mendukung peningkatan produktivitas dan hasil panen. Tahun ini, total bantuan yang disalurkan mencapai 78,8 ton dan diperuntukkan bagi 1.273 petani.
Bantuan pupuk tersebut terdiri dari 54,6 ton pupuk NPK Plus dan 24,2 ton pupuk hayati Bioratu. Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan oleh Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun kepada perwakilan kelompok tani.
Bantuan tersebut diberikan di luar alokasi pupuk bersubsidi dari pemerintah pusat. Pemkot Madiun berharap tambahan pupuk dapat membantu petani memenuhi kebutuhan pemupukan sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian.
Bantuan disalurkan kepada 34 kelompok tani yang mencakup sekitar 1.273 petani di wilayah Kota Madiun.
Baca Juga : Mantan Driver Ojol Bagikan 200 Paket Bantuan untuk Mitra Ojol di Jember
Analis Prasarana dan Sarana Pertanian DKPP Kota Madiun, drh. Khoirul Irsad, mengatakan pemberian pupuk hayati Bioratu menjadi salah satu upaya untuk mengurangi ketergantungan petani terhadap penggunaan pupuk kimia seperti urea dan NPK.
Pupuk hayati Bioratu merupakan pupuk berbentuk granul yang diproduksi dari bahan dasar blotong dan diperkaya dengan mikroba. Pupuk tersebut berfungsi meningkatkan kesuburan tanah, merangsang pertumbuhan akar, serta membantu mengoptimalkan produktivitas tanaman.
Selain digunakan untuk tanaman pangan, pupuk hayati tersebut juga dapat dimanfaatkan pada tanaman hortikultura dan perkebunan. Penggunaannya juga dapat dikombinasikan dengan pupuk kimia.
Baca Juga : Bantuan NTT Berlanjut, BPBD Magetan Siap Turun Tangan
Pemkot Madiun berharap penyaluran bantuan pupuk non-subsidi ini dapat memberikan manfaat bagi petani sekaligus mendukung peningkatan hasil pertanian dan produktivitas lahan di Kota Madiun.
Editor : JTV Madiun



















