Pak Amat berusia 68 tahun bertanya pada seorang dokter, "Mengapa kencing banyak busa atau bahasa jawa disenut akeh mutuk e?”. Begitu juga kabar dari bu Fanny yang mengeluhkan kencing akeh mutuknya.
Memang kencing berbusa bisa dianggap hal umum yang selalu disepelekan orang. Padahal hal itu perlu mendapat perhatikan khusus.
Mengapa kencing banyak busanya? Urine akan lebih terkonsentrasi jika anda tidak minum banyak air sehingga mengalami dehidrasi. Kencing berbusa juga dapat menunjukkan bahwa anda memiliki terlalu banyak protein, seperti albumin, dalam urine.
Protein dalam urine bereaksi dengan udara sehingga terjadi busa. Air kencing yang sehat umumnya akan berwarna jernih hingga kuning muda. Terkadang, Anda juga akan menemukan kencing berbusa saat buang air kecil. Lantas, gejala penyakit apa kondisi ini?
Baca Juga : Lee Je Hoon Ungkap Rahasia Tetap Awet Muda pada Usia 40 Tahun, Apa Itu?
Gejala Umum:
1. Kelelahan,
2. Mual dan muntah,
Baca Juga : 5 Makanan Sehat untuk Mencegah Rabun pada Anak, Mudah dan Murah!
3. Kehilangan nafsu makan,
4. Berolahraga secara teratur,
5. Berhenti merokok dan membatasi alkohol
Baca Juga : Kecanduan Gawai Sebabkan Mata Rabun pada Anak, Begini Cara Mencegahnya
6. Tidak sembarangan minum obat dan vitamin.
Penyebab Kencing Berbusa:
1. Ginjal rusak
Baca Juga : 7 Rekomendasi Buah yang Baik Dikonsumsi ketika Sahur, Kaya Nutrisi dan Menyehatkan!
Bila ginjal rusak, filter tersebut tidak dapat melakukan penyaringan sebagaimana mestinya, sehingga protein dapat masuk ke dalam urine. Proteinuria merupakan salah satu tanda penyakit ginjal kronis yang bisa disebabkan tekanan darah tinggi atau diabetes yang tidak terkontrol, endokarditis, sindrom nefrotik, dan radang ginjal.
2. Dehidrasi
Salah satu penyebab kencing berbusa adalah tubuh Anda mengalami dehidrasi atau kekurangan cairan. Selain itu, biasanya warna air kencing Anda cenderung akan berwarna lebih gelap. Sebab, protein dan kandungan lain tidak keluar dengan maksimal.
Baca Juga : Manfaat Smoothies untuk Berbuka Puasa, Pengganti Es Berpemanis Buatan
3. Penyakit ginjal
Kencing berbusa biasanya dikaitkan dengan gangguan atau penyakit ginjal. Penyebab air kencing berbusa adalah fungsi ginjal yang tidak berjalan dengan normal. Ini membuat kandungan-kandungan tidak tersaring secara maksimal.
4. Diabetes
Penyakit diabetes juga menjadi penyebab kencing berbusa yang sangat perlu diwaspadai. Pasalnya, jumlah gula darah yang tidak terkontrol membuat jumlah albumin meningkat. Ini yang membuat kencing berbusa. Peningkatan kadar gula darah yang tidak terkontrol menjadi penyebab penyakit diabetes.
Kadar gula darah tinggi memicu peningkatan protein dalam ginjal yang menyebabkan urine berbusa. Nefropati diabetik yakni kondisi kerusakan ginjal akibat komplikasi diabetes. Gangguan ini dapat merusak sel-sel dan pembuluh darah kecil (glomeruli) di dalam ginjal.
Kerusakan ginjal lama-kelamaan dapat menurunkan fungsi ginjal dalam menyaring zat limbah. Alhasil, peningkatan kadar zat limbah bisa menyebabkan air kencing Anda berbusa
5. Ejakulasi retrograde
Ejakulasi retrograde atau ejakulasi terbalik menjadi salah satu kondisi yang bisa menyebabkan urine berbusa, walaupun lebih jarang ditemukan. Pria yang mengalami gangguan kesehatan ini bisa mendapati air mani yang tidak keluar melalui ujung penis melainkan masuk ke dalam kandung kemih saat pria mengalami ejakulasi. Selain keluarnya sedikit, air mani yang masuk ke kandung kemih juga bisa bercampur dengan urine. Alhasil, air kencing yang pria keluarkan dapat terlihat keruh dan berbusa.
6. Pengobatan infeksi saluran kemih
Penggunaan obat infeksi saluran kemih (ISK) juga bisa memengaruhi kondisi urine Anda. Dokter akan memberikan resep obat pereda nyeri, seperti phenazopyridine.Phenazopyridine yaitu obat pereda nyeri yang bisa Anda minum jika mengalami rasa sakit saat berkemih. Efek samping obat ini mungkin bisa menyebabkan kencing berbusa.
Kencing berbusa tidak selamanya menjadi gejala penyakit berbahaya. Namun, jika kondisi ini terjadi terus dan muncul gejala lain, segera konsultasikan ke dokter untuk penanganan lebih lanjut. (*)