KOTA MADIUN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Madiun meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi seiring masuknya musim hujan. Sejumlah wilayah dipetakan sebagai titik rawan angin kencang, sementara peralatan penanganan banjir disiagakan untuk mengantisipasi genangan di kawasan permukiman.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Madiun, Deddy Purnomo Santoso, menyebut beberapa wilayah yang menjadi fokus pemantauan angin kencang meliputi kawasan Patihan, jalur Ring Road, Jalan Yos Sudarso, Jalan Panjaitan, hingga Jalan Pahlawan. Pemetaan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi cuaca ekstrem pada masa peralihan musim.
Untuk meminimalkan risiko pohon tumbang, BPBD telah mengerahkan tim guna memangkas ranting pohon yang dinilai membahayakan keselamatan warga. Selain itu, sebanyak tujuh unit pompa portabel dengan kapasitas berbeda disiapkan untuk merespons potensi genangan maupun banjir di kawasan permukiman.
Sementara itu, untuk mengantisipasi luapan air di kawasan rawan banjir seperti Bok Malang, BPBD berkoordinasi dengan Dinas PUPR dalam pengoperasian pompa air stasioner menuju sungai utama saat debit air meningkat. BPBD juga mendorong percepatan normalisasi drainase dan pembersihan sampah sungai secara berkala guna menjaga kelancaran aliran air selama musim hujan.
Editor : JTV Madiun



















