Menu
Pencarian

Warga Lereng Gunung Muria Sukses Budidayakan Udang Galah, Bidik Pasar Ekspor

Portaljtv.com - Selasa, 9 Juni 2026 14:00
Warga Lereng Gunung Muria Sukses Budidayakan Udang Galah, Bidik Pasar Ekspor
Udang Galah hasil budidaya di lereng Pegunungan Muria, Kabupaten Kudus. (Foto: Istimewa)

KUDUS - Upaya mendukung program ketahanan pangan Nasional dilakukan warga Desa Dukuhwaringin Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus. Warga di lereng Pegunungan Muria ini membudiyakan udang galah.

Pembudidayaan udang galah ini dilakukan oleh Ngaramen Farm di atas lahan seluas 3,8 hektar. Proses pembudidayaan ini melibatkan kelompok tani di desa setempat.

Selain untuk mendukung ketahanan pangan, budidaya udang galah ini dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. Ditargetkan budidaya udang galah ini bisa memenuhi pasar lokal dan menembus pasar luar negeri.

Dalam pengembangan budidaya udang galah ini, pihak pengelola juga bekerja sama dengan UIN Sunan Kudus. Lokasi budidaya tersebut akan dijadikan tempat pendidikan dan penelitian agro serta pengembangan pakan alternatif untuk udang galah.

Pengelola Ngaramen Farm, Rio Krisdian menyampaikan, pembuatan tambak udang galah ini dibuat sejak Desember 2024. Pengelola membawa sebanyak 150 indukan udang galah

”Kami membesarkan udang ini di ketinggian 600 mdpl. Ada orang ga percaya, tapi buktinya udang bisa besar,” katanya. 

Dia menambahkan, progres pembesaran udang di tahun pertama memang belum menikmati hasil panen. Pengelola lebih memperbanyak bibit udang dan membutuhkan banyak indukan. Pada tahun 2027 mendatang diharapkan sudah tercapai jutaan bibit.

”Target kami bisa jutaan bibit dan mampu menembus pasar ekspor. Kami juga sempat mendapatkan tawaran untuk menyuplai rumah makan, fokus kami saat ini di pembibitan dulu,” ungkapnya. 

Pemetaan pasar ekspor ini telah dilakukan oleh pihak pengelola. Udang galah ini berpotensi menembus pasar di Korea Selatan.

Pembudidayaan udang galah ini dengan sistem bioflok yang jumlahnya 18 unit. Satu unitnya mampu menampung 2.000 udang. Pihak pengelola akan mengembangkan budidaya dengan menambahkan unit bioflok. 

Rio menambahkan, dalam proses pembudidayaan udang galah ini tidak ada masalah. Hanya saja, suhu udara di pegunungan yang cukup dingin membuat udang ukurannya sedikit mengecil. 

Harusnya suhu air 29 derajat dalam pembudidayaan udang galah, namun di sana suhu air mencapai 24 derajat. Oleh sebab itu, pihaknya bekerja sama dengan pihak UIN dalam pengembangan penelitian udang galah serta pencarian pakan alternatif.

Pihak pengelola juga mendistribusikan beberapa bibit udang galah beserta bioflog sejumlah 6 unit kepada kelompok tani desa colo dan 2 unit untuk kelompok tani dukuh Talangwesi, Desa Dukuhwaringin Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus. Harapannya kelompok tani bisa mengembangkan udang galah untuk ketahanan pangan dan peningkatan perekonomian.

Dari penelitian, kandungan udang galah memiliki omega tiga yang tinggi. Hewan air tawar tersebut juga rendah kolesterol. Untuk harga relatif menyesuaikan ukuran udang, per kilogramnya bisa mencapai Rp 270 ribu.  

Sementara itu, Kepala Prodi Biologi UIN Sunan Kudus, Sanusi menyampaikan, sinergi kerja sama akan diterapkan dengan pemilik pembudidayaan udang galah. Pihak civitas akan mendukung pendidikan dan pengabdian kepada ke masyarakat. 

”Ini menjadi ladang amal bagi dosen dan mahasiswa kami. Untuk alternatif pakan akan kami lakukan penelitian yang mendalam,” katanya. (*)

Editor : M Fakhrurrozi






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.