JAKARTA - Kabar duka datang dari seorang pasien BPJS Kesehatan bernama Yurizal Tri Chaerawan (29) yang dilaporkan meninggal dunia pada Jumat (31/7/2026) setelah sempat mencuri perhatian publik akibat curhatannya mengenai dugaan keterlambatan penanganan medis di media sosial. Sebelum berpulang, almarhum sempat membagikan keluh kesahnya di platform Threads pada Rabu (22/7/2026) karena harus menunggu hingga delapan jam tanpa kepastian mendapatkan ruang rawat inap di rumah sakit.
"8 jam blm dpt ruangan. Gamau spill RS nya, soalnya gue pake bpjs," tulis almarhum Yurizal dalam unggahan viralnya yang disertai emoticon bersedih.
Namun, curhatan tersebut justru memicu gelombang komentar pedas dari sejumlah akun yang diduga merupakan oknum tenaga kesehatan atau warganet. Alih-alih mendapatkan empati, almarhum justru menuai berbagai respons sinis di kolom balasan.
Beberapa komentar kontroversial yang dilontarkan di antaranya datang dari akun @bennychrtsn yang menuliskan komentar bernada ketus terkait kapasitas rumah sakit.
Baca Juga : Viral Video Lumpur Lapindo Disebut Meluber
"Kalo full, mau dipindahkan kemana? mau di lantai? Gk ada hubungannya sama BPJS atau nggak... Kalo mau pindah cepat, noh ruang jenazah selalu kosong," tulis akun tersebut.
Komentar tajam lainnya juga dilontarkan oleh akun bercentang biru @nouzzha_kim yang melontarkan kalimat menohok kepada almarhum. "Yuriz org miskin harta miskin ilmu miskin akal tp pgn di istimewain. 8 jam sangat sangat wajar apalagi kat lo itu RS rujukan nasional... LO GOBLOK BANYAK BACOT," tulisnya.
Di tengah derasnya hujatan tersebut, kerabat almarhum dengan akun @hilperd sempat memberikan klarifikasi sekaligus kabar duka di kolom balasan.
Baca Juga : Viral Siswi SD di Sidoarjo Nyaris Jadi Korban Kejahatan Emak-emak, Nopol Motor Pelaku Terdeteksi
"Yurizal sender ini sepupu saya, sudah meninggal 31 juli kemarin, karena terlambat ditanganin RS karena sudah gawat bgt... maafin sepupu saya kalo curhat gini di threads," tulis pihak keluarga.
Setelah kepergian almarhum, unggahan tangkapan layar interaksi tersebut kembali viral dan menuai kecaman luas dari warganet lainnya. Publik mengecam keras kurangnya empati dari sejumlah oknum tenaga kesehatan maupun netizen yang dianggap tidak beretika dalam menanggapi keluhan pasien di fasilitas kesehatan publik. (Tengku Abdillah Ayyub)
Editor : Iwan Iwe



















