SURABAYA - Program vaksinasi booster tahap kedua untuk masyarakat umum mulai dilakukan hari ini. Masyarakat di wilayah Medokan Ayu Surabaya antusias menyambutnya bahkan sudah menunggu agar kekebalan tubuh meningkat.
Suasana di Puskesmas Medokan Ayu Surabaya Selasa (24/1/23) pagi cukup ramai. Puluhan warga antre melakukan vaksinasi Covid-19 booster dosis kedua atau vaksinasi dosis keempat. Di puskesmas ini program vaksinasi booster kedua telah dibuka sejak Sabtu 21 Januari lalu dan tercatat 44 warga telah mengikuti program tersebut.
Arifan Wibisono, Wakil Ketua Kelurahan Medokan Ayu menyebut masyarakat Medokan Ayu sangat antusias menunggu program vaksinasi booster dosis kedua. Sebab bisa melengkapi status vaksinasi Covid-19 sekaligus menambah imunitas tubuh agar tidak rentan terpapar Covid-19.
"Warga sekitar itu antusias sekali sama vaksinasi Covid-19. Coba ini baru dibuka setengah jam aja sudah habis 2 vial," ungkapnya saat melihat proses jalannya vaksinasi.
Baca Juga : Kasus Laka Akibat Mihol Naik, M. Fikser: Pengelola RHU Ikut Tanggung Jawab
Arif, sapaannya, mengaku setiap hari selalu memberikan informasi terkait pelaksanaan vaksinasi Covid-19 melalui grup Whatsapp. "Biar masyarakat aware gitu loh, sama kesehatannya. Makanya begitu kami umumkan ada vaksinasi booster kedua, mereka langsung daftar ke Puskesmas," urainya.
Irma salah satu warga Medokan Ayu mengaku senang akhirnya bisa mendapatkan vaksinasi booster kedua, meski pandemi Covid 19 telah berakhir dan dinyatakan sebagai endemi. Irma sengaja datang berdua dengan suami pagi-pagi setelah mengantar anak sekolah.
"Gak papa, vaksinasi aja. Udah lama nungguinnya. Biar kekebalan terus meningkat," jelasnya setelah mendapatkan vaksinasi.
Baca Juga : Cegah Banjir di Batas Kota, Pemkot Surabaya Bersihkan Kali Gunung Anyar
Vaksinasi booster kedua di Puskesmas Medokan Ayu dibuka setiap hari dari pukul 8 pagi sampai 7 malam, untuk memfasilitasi warga sepulang bekerja. Vaksin yang digunakan jenis Pfizer dan jarak yang diperlukan setelah vaksinasi dosis ketiga minimal 6 bulan.
Reporter: Atiqoh Hasan
Editor : Vita Ningrum