LAMONGAN - Pelatih Persela Lamongan, Bima Sakti Tukiman mengaku kecewa timnya gagal mengalahkan Deltras FC pada pekan kelima Championship 2026/2027. Laskar Joko Tingkir dipaksa bermain imbang 1-1, Minggu (11/10/2026).
Kekecewaan Bima Sakti karena Persela gagal mempertahankan keunggulan di Stadion Surajaya. Di sisi lain, tim Kota Soto juga unggul jumlah pemain setelah pemain Deltras FC mendapat kartu merah.
“Ya pasti kecewa ya karena kita sudah leading, kemudian mereka juga kurang orang,” kata Bima Sakti dalam sesi jumpa pers usai pertandingan.
“Tapi saya sampaikan ke pemain ya ini bukan akhir dari segalanya, kompetisi masih panjang. Memang kita target untuk bisa memenangkan pertandingan,” lanjut Bima.
Baca Juga : Jadwal Pekan Kelima Championship: Diwarnai Duel Persela vs Deltras FC dan Derby Kalimantan
Menurut Bima, Persela tidak boleh putus asa atas hasil imbang melawan Deltras FC. Laskar Joko Tingkir harus segera bangkit untuk menatap pertandingan berikutnya melawan RANS Nusantara FC.
“Kita tidak kalah, masih tetap satu poin. Artinya kita masih menjaga asa untuk bisa bangkit lagi di pertandingan berikutnya melawan RANS,” lanjut Bima Sakti.
“Yang pasti saya sampaikan ke pemain tidak boleh patah arang. Tetap semangat lagi untuk menang ke pertandingan berikutnya,” tegasnya.
Baca Juga : Jadwal Pekan 34 Super League: Duel Penentuan Juara dan Degradasi
Mewakili tim, Bima Sakti menyampaikan permohonan maaf kepada suporter Persela, LA Mania dan Curva Boys serta masyarakat atas hasil imbang yang diraih Laskar Joko Tingkir.
“Semoga ini menjadi evaluasi buat kami karena ya ini mungkin cara Allah untuk mengingatkan kami bahwasanya kami bukan tim super, bukan tim yang yang sempurna,” tandasnya.
Rasa kecewa juga disampaikan penyerang sekaligus kapten Persela, Dendy Sulistyawan. Namun, hasil imbang tersebut tidak bisa terus diratapi karena perjalanan kompetisi masih panjang.
Baca Juga : Jelang Derby Jatim Kontra Arema FC, Latihan Persik Dihadiri Persikmania
“Kita harus bisa menatap pertandingan selanjutnya karena ya inilah sepak bola, terkadang kita sudah berekspektasi tinggi,” jelas Dendy.
“Tapi kita harus bisa menerima realita bahwa sepak bola itu bundar, enggak bisa diprediksi. Tapi kita bakal evaluasi,” pungkas mantan penyerang Bhayangkara FC tersebut.
Editor : A.M Azany



















