NGAWI - Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) didorong untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan memanfaatkan platform digital guna memperluas jangkauan pemasaran. Selain kesiapan pelaku usaha, dukungan pemerintah melalui pendampingan juga dinilai penting agar UMKM mampu bersaing di tengah perubahan pola perdagangan.
Anggota Komisi VI DPR RI, Budi Sulistyono atau yang akrab disapa Kanang, mengatakan pola perdagangan konvensional perlu diimbangi dengan pemanfaatan teknologi informasi. Menurutnya, perdagangan melalui sistem elektronik (PMSE) telah menjadi bagian dari perkembangan ekosistem perdagangan sehingga pelaku UMKM perlu mulai menyesuaikan diri.
Kanang menilai kemampuan beradaptasi tidak bisa hanya dibebankan kepada pelaku usaha. Pemerintah di setiap tingkatan diminta lebih responsif dalam memberikan pendampingan, mulai dari pengenalan teknologi, pemanfaatan platform digital, hingga penguatan kapasitas usaha. Dengan begitu, UMKM dapat mengikuti perkembangan pasar dan menjangkau konsumen yang lebih luas.
Selain mendorong digitalisasi, Kanang juga meminta pemerintah memperketat pengawasan terhadap produk impor yang masuk ke pasar domestik. Pengawasan tersebut diperlukan untuk memastikan produk yang beredar memenuhi ketentuan dan standar yang berlaku, termasuk Standar Nasional Indonesia (SNI), sehingga persaingan usaha berlangsung sehat serta memberikan perlindungan bagi pelaku UMKM dan konsumen.
Editor : JTV Madiun



















