Menu
Pencarian

Tusuk Sate Diserbu Jelang Idul Adha, Perajin di Tulungagung Kewalahan Penuhi Pesanan

JTV Kediri - Sabtu, 23 Mei 2026 09:41
Tusuk Sate Diserbu Jelang Idul Adha, Perajin di Tulungagung Kewalahan Penuhi Pesanan
Pengrajin tusuk sate di Desa Moyoketen, Boyolangu, Tulungagung, banjir pesanan jelang Idul Adha. (Foto: Beny Setiawan)

TULUNGAGUNG - Menjelang Hari Raya Idul Adha, permintaan tusuk sate di Kabupaten Tulungagung melonjak tajam. Perajin di Desa Moyoketen, Kecamatan Boyolangu, bahkan mengaku kewalahan memenuhi kebutuhan pasar karena lonjakan pesanan yang signifikan dibanding hari biasa.

Salah satu perajin tusuk sate, Sukamto, mengatakan produksi yang biasanya sekitar 470 ribu tusuk per bulan kini ditingkatkan hingga 600 ribu tusuk. Kenaikan produksi dilakukan untuk mengejar permintaan pasar yang terus meningkat menjelang Idul Adha.

“Kalau mendekati Idul Adha memang permintaan naik cukup banyak. Produksi juga kami tambah,” ujarnya.

Meski demikian, peningkatan produksi belum mampu menutup seluruh kebutuhan pasar. Keterbatasan tenaga kerja dan sempitnya area produksi menjadi kendala utama bagi para perajin untuk menambah kapasitas.

Baca Juga :   Jelang Idul Adha, Sapi Seharga Mobil Laris Manis

Saat ini Sukamto memiliki tiga unit mesin produksi. Namun, seluruh mesin tersebut belum bisa dimaksimalkan karena keterbatasan tempat produksi.

Dalam proses pembuatannya, tusuk sate harus melalui delapan tahapan. Mulai dari pemilihan bambu ori, pembelahan, penyerutan, hingga tahap akhir berupa peruncingan dan penghalusan.

Seluruh proses dilakukan secara teliti agar menghasilkan tusuk sate yang berkualitas dan mampu bersaing di pasaran. Untuk bahan baku, para perajin mengaku masih aman karena pasokan bambu ori melimpah dari wilayah selatan Tulungagung.

Baca Juga :   Jelang Idul Adha, Jasa Asah Pisau di Jombang Kebanjiran Order hingga Naik 200 Persen

Menariknya, meski permintaan melonjak, harga jual tusuk sate di tingkat produsen tetap stabil. Saat ini harga tusuk sate dipatok Rp16 per batang atau sekitar Rp16 ribu per seribu tusuk.

Selain momentum Idul Adha, lonjakan permintaan juga biasanya terjadi saat musim hajatan pernikahan. Hasil produksi tusuk sate dari Moyoketen kini dipasok ke pengepul dan didistribusikan ke wilayah Tulungagung serta daerah sekitarnya. (Agus Bondan/Beny Setiawan)

Editor : JTV Kediri






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.