KOTA MALANG - Trauma 135 nyawa melayang belum juga reda. Keluarga korban Tragedi Kanjuruhan kembali bersuara keras, Senin (20/4/2026). Perwakilan keluarga korban yang tergabung dalam Yayasan Keadilan Tragedi Kanjuruhan mendatangi Gedung DPRD Kota Malang.

Tuntutannya tegas, mereka konsisten untuk menolak rencana pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya di wilayah Malang Raya, khususnya Stadion Kanjuruhan.
"Kami masih trauma. Darah korban belum kering di ingatan kami," ujar Sekretaris Yayasan Keadilan Tragedi Kanjuruhan, Khalifatul Nur yang akrab disapa Mbak Ifat, dengan suara bergetar.
Baca Juga : Perum Jasa Tirta 1 Pastikan Kualitas Air di WTP Bango Siap Hadapi Libur Keagamaan
Bukan tanpa alasan. Keluarga korban khawatkan laga bertensi tinggi ini memicu konflik baru dan aksi balas dendam antar suporter. Jika penyelenggara tak siap, kata Ifat, tragedi berdarah bisa terulang.
Ifat mengungkapkan, pihaknya sudah melaporkan kekhawatiran ini ke Forkopimda Kabupaten Malang, DPRD Kabupaten, dan Polres Malang. Hasilnya? Polisi dan pemerintah kabupaten disebutnya sepakat bahwa Malang belum siap menggelar laga sebesar itu.

"Bahkan mereka menyarankan venue dipindahkan ke luar daerah," tegas Ifat.
Wakil Ketua DPRD Kota Malang dari PKS, Trio Agus Purwono, menerima langsung audiensi. Ia mengaku memahami kekhawatiran warga. Namun, sikap resmi lembaga belum bisa keluar hari ini.
"Aspirasi ini akan kami bawa ke pimpinan DPRD dan fraksi-fraksi. Mereka berharap kami menolak pertandingan di Malang. Tapi untuk atas nama lembaga, kami harus minta persetujuan dulu," ujar Trio.

Keluarga korban menuntut kepastian. Mereka meminta pertandingan ditunda atau dipindahkan ke wilayah lain. Bukan hanya demi kondusivitas, tapi demi menghormati perasaan ribuan penyintas dan keluarga yang masih berkabung hingga detik ini.(Ali)
Editor : JTV Malang



















