BLITAR - Puluhan warga binaan dan pegawai Lapas Kelas II B Blitar menjalani tes urine, Jumat (8/5). Hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ada petugas maupun narapidana yang terindikasi menggunakan narkoba atau obat-obatan terlarang.
Tes urine dilakukan serentak sebagai bagian dari pengawasan internal lembaga pemasyarakatan di seluruh Indonesia. Sebanyak 15 pegawai lapas, termasuk Kepala Lapas Blitar, mengikuti pemeriksaan tersebut sejak pagi hari.
Selain pegawai, petugas juga melakukan tes urine terhadap 30 warga binaan laki-laki, terutama para tamping atau narapidana pendamping kegiatan lapas. Sementara dari blok perempuan, lima warga binaan dipilih secara acak untuk menjalani pemeriksaan serupa.
Tak hanya tes urine, petugas lapas juga melakukan penggeledahan kamar tahanan untuk mencari barang-barang terlarang maupun benda yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban di dalam lapas.
Baca Juga : Tes Urine Massal di Lapas Blitar, Petugas Musnahkan Barang Sitaan dari Kamar Tahanan
Dari hasil razia, petugas menyita sejumlah barang seperti korek api, kartu remi, mini speaker, dua sendok, dan berbagai barang lain yang dilarang berada di dalam kamar tahanan.
Barang-barang hasil sitaan kemudian dikumpulkan bersama barang hasil razia bulan sebelumnya untuk dimusnahkan. Pemusnahan dilakukan dengan cara dibakar di area dalam lapas.
Kepala Lapas Blitar, Iswandi, mengatakan kegiatan penggeledahan dan pemeriksaan rutin dilakukan setiap bulan guna menjaga kondisi lapas tetap aman dan kondusif.
Baca Juga : Sopir Bus di Terminal Kertonegoro Ngawi Jalani Pemeriksaan Kesehatan dan Tes Urine
“Ini dilakukan untuk menciptakan situasi lapas yang aman, nyaman, dan kondusif,” ujarnya.
Pihak lapas memastikan pengawasan terhadap warga binaan maupun lingkungan tahanan akan terus diperketat guna mencegah penyalahgunaan narkoba dan pelanggaran aturan di dalam lapas.(Qithfirul Aziz)
Editor : JTV Kediri

















