NGAWI - Realisasi investasi yang masuk ke Kabupaten Ngawi hingga akhir Juli 2026 baru mencapai sekitar Rp1 triliun. Capaian tersebut masih jauh dari target investasi tahun ini yang ditetapkan sebesar Rp3,1 triliun.
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Ngawi menilai kondisi ekonomi global, terutama situasi geopolitik, turut memengaruhi minat investor untuk menanamkan modal.
Kepala DPMPTSP Ngawi, Kusumahadi Widjajanto, mengatakan investasi yang masuk ke Ngawi saat ini masih didominasi oleh Penanaman Modal Asing (PMA).
Hingga akhir Juli, nilai investasi PMA tercatat mencapai sekitar Rp768,8 miliar. Sementara investasi dalam negeri dari sektor usaha mikro dan kecil (UMK) mencapai Rp120,8 miliar, sedangkan non-UMK sekitar Rp190,9 miliar.
“Kondisi ekonomi global dan situasi geopolitik memang memberikan pengaruh terhadap investasi, khususnya penanaman modal asing. Sampai Juli ini realisasi kita sekitar Rp1 triliun dari target Rp3,1 triliun,” ujar Kusumahadi Widjajanto, Kepala DPMPTSP Ngawi.
Meski capaian sementara masih rendah, Pemkab Ngawi optimistis target investasi dapat dikejar hingga akhir tahun. Sejumlah industri dengan investasi asing yang telah masuk saat ini juga tengah dalam proses pembangunan.
Pemerintah daerah terus berupaya menggali potensi dan membuka peluang investasi baru, baik dari investor asing maupun investor dalam negeri.
Upaya menarik investasi tersebut dinilai penting karena masuknya modal baru diharapkan tidak hanya meningkatkan perekonomian daerah, tetapi juga membuka lebih banyak lapangan pekerjaan bagi masyarakat Ngawi.
Pemkab Ngawi berharap tambahan investasi yang masuk hingga akhir 2026 mampu mendongkrak realisasi hingga mendekati atau bahkan memenuhi target Rp3,1 triliun.
Editor : JTV Madiun



















