TULUNGAGUNG - Manajer Perseta 1970 Tulungagung berencana membawa kasus penendangan terhadap salah satu pemainnya ke ranah hukum. Insiden tersebut terjadi saat laga Perseta 1970 melawan Putra Jaya Kabupaten Pasuruan di Bangkalan, Senin (05/01/2026).
Pemain Perseta 1970, Firman Nugraha, mengalami retak tulang rusuk setelah ditendang di bagian dada oleh pemain Putra Jaya, Muhamad Hilmi Gimnastiari, pada menit ke-71 pertandingan. Akibat cedera tersebut, Firman harus menjalani perawatan intensif di RSUD Bangkalan.
Manajer Perseta 1970, Rudi Iswahyudi, mengatakan bahwa kondisi Firman mulai memburuk sejak Senin malam. Pemain tersebut mengeluhkan kesulitan bernapas dan hingga Selasa siang masih dirawat di rumah sakit.
“Firman sempat mengeluh sesak napas sejak Senin malam dan sampai sekarang masih menjalani perawatan medis,” ujar Rudi, Selasa siang.
Rudi menegaskan bahwa pihaknya berharap insiden tersebut tidak hanya diselesaikan melalui sanksi disiplin dari panitia atau asosiasi sepak bola, tetapi juga diproses secara hukum. Menurutnya, tindakan penendangan itu sudah berada di luar konteks permainan sepak bola dan diduga dilakukan dengan unsur kesengajaan.
“Kejadian ini sudah di luar batas permainan. Terjadi pada menit ke-71 dan terlihat jelas ada unsur kesengajaan,” tegasnya.
Hingga Selasa siang, Rudi menyebut belum ada permintaan maaf secara resmi, baik dari manajemen klub Putra Jaya Kabupaten Pasuruan maupun dari pemain yang bersangkutan.
Atas dasar tersebut, manajemen Perseta 1970 menyatakan serius untuk menempuh jalur hukum guna mendapatkan keadilan bagi pemainnya. (Agus Bondan/Beny Setiawan)
Editor : JTV Kediri



















