SURABAYA - Menjalani lanjutan penyisihan Grup D Liga Nusantara, Gresik United tampil cukup percaya diri, saat menghadapi Persebata Lembata di Lapangan Thor, Surabaya pada Rabu (21/01/2026) malam.
Sejak kick off, tim asal Nusa Tenggara Timur langsung bermain menekan di lini pertahanan Gresik United. Namun, peluang yang ada masih bisa digagalkan barisan pertahanan laskar Joko Samudro.
Tim berjuluk “Sambar Paus” harus menelan kenyataan pahit, setelah kehilangan satu pemain setelah diusir wasit karena dinilai melakukan pelanggaran. Tak ingin menyia-nyiakan kesempatan, Rizky Muhammad dan kawan-kawan berbalik menyerang.
Syaifullah Kader, akhirnya memecah kebuntuan timnya di masa injury time babak pertama. Skor 1-0 hingga turun minum.
Dibabak kedua, kedua kesebelasan tak menurunkan tempo serangan. Laga sempat panas saat wasit mengusir pemain Persebata, karena dianggap melanggar.
Unggul jumlah pemai, tak disia-siakan tim besutan Andik Ardiansyah hasilnya mereka menggandakan kedudukan dimenit 81. Melalui Rafi Herlina Adinata, skor 2-0 hingga laga usai.
Laga sendiri sempat diwarnai protes dari pendukung Persebata, yang memprotes kepemimpinan wasit dan perangkat pertandingan. Meski dengan sigap petugas pengamanan mencairkan suasana.
Menurut Andik Ardiansyah, pelatih Gresik United, kemenangan ini berkat kerja keras pemain yang mampu menjalankan taktikal sesuai yang di instruksikan pelatih.
"Saya ucapkan apresiasi kepada para pemain yang sudah berhasil menjalankan taktikal pelatih. Beberapa hari kemarin kita sudah berusaha semaksimal mungkin untuk bisa memanfaatkan kelemahan lawan, dan hari ini mereka bermain dan berjuang sangat luar biasa, saya sangat mengapresiasi sebagai pelatih karena mereka sangat memaksimal setiap kesempatan dan ruang, di area pertandingan lawan." ucap Andik Ardiansyah, Pelatih Gresik United
Sementara, Edward Y-Togo pelatih Persebata Lembata menyoroti kepemimpinan wasit dan perangkat pertandingan yang dinilai banyak merugikan timnya.
"Kami berharap pertandingan bisa lebih adil, lebih fair. Kami hampir disetiap pertandingan kami tidak pernah dapat kartu. Tadi coba dilihat dia punya siaran ulang, kita berdiri paling lurus, masih terlambat. Pertandingan-pertandingan ini merupakan pertandingan penting. Kita akui kalau kita juga punya kekurangan, tapi jangan sampe memanfaatkan kekurangan kita untuk menjegal kita secara psikologis, Terus kan tim saya drop ketika dapat kartu." tegas Edward Y Togo, Pelatih Persebata Lembata.
Hasil ini membuat Gresik United naik satu peringkat ke peringkat 4, bertukar dengan posisi dengan Persebata Lembata. Meski dipastikan tak lolos ke babak 8 besar, hasil ini sekali membawa tim asal Kota Pudak menjauhi zona degradasi. (Yona Salma)
Editor : M Fakhrurrozi



















