JAKARTA - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) resmi mengizinkan penggunaan vaksin campak yang sebelumnya difokuskan untuk anak-anak, kini juga dapat diberikan kepada orang dewasa.
Kebijakan ini diambil sebagai respons terhadap meningkatnya kasus campak di sejumlah wilayah Indonesia dalam beberapa waktu terakhir.
Mengutip laporan Antara, Kepala BPOM Taruna Ikrar menyebut hingga minggu ke-11 tahun 2026 tercatat ribuan kasus campak, dengan 58 kejadian luar biasa (KLB) yang tersebar di 39 kabupaten/kota di 14 provinsi.
Meski demikian, data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menunjukkan tren penurunan kasus yang cukup signifikan. Jumlah kasus campak dilaporkan turun hingga 93 persen, dari 2.220 kasus pada awal tahun menjadi 146 kasus pada pertengahan Maret.
Taruna menjelaskan, perluasan penggunaan vaksin ini bertujuan untuk memperluas cakupan perlindungan, terutama bagi kelompok dewasa yang belum pernah mendapatkan vaksin atau belum memiliki riwayat imunisasi lengkap.
Sebelum kebijakan ini diberlakukan, BPOM juga telah melakukan konsultasi dengan World Health Organization (WHO). Status Indonesia sebagai WHO Listed Authority (WLA) turut menjadi dasar dalam pengambilan keputusan, khususnya dalam memastikan keamanan dan ketersediaan vaksin.
Sementara itu, pemerintah memastikan stok vaksin dalam kondisi aman. Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Lucia Rizka Andalucia menyebutkan bahwa hingga minggu ke-13 tahun 2026, tersedia sekitar 9,8 juta dosis vaksin MR yang siap didistribusikan ke berbagai daerah.
Kementerian Kesehatan juga menetapkan tenaga kesehatan sebagai kelompok prioritas dalam vaksinasi campak untuk orang dewasa. Langkah ini diambil untuk melindungi tenaga medis dan tenaga kesehatan yang memiliki risiko tinggi terpapar virus, terutama di wilayah dengan kasus tinggi.
“Dengan adanya KLB ini potensi penularan kepada orang berisiko tinggi, dalam hal ini para nakes yang bekerja langsung dengan pasien, mengalami risiko tinggi,” ujar Rizka dalam keterangan resmi.
Adapun sasaran prioritas mencakup puluhan ribu tenaga medis dan ratusan ribu tenaga kesehatan di 14 provinsi, termasuk dokter yang tengah menjalani masa internship. Kebutuhan vaksin untuk kelompok prioritas dewasa ini diperkirakan mencapai sekitar 290 ribu dosis dan dinilai dapat terpenuhi dari stok nasional yang tersedia.
Selain itu, pemerintah juga memastikan distribusi vaksin dilakukan secara terpantau melalui sistem digital, sehingga ketersediaan di setiap daerah dapat dikontrol secara real-time hingga tingkat fasilitas pelayanan kesehatan.
Dengan ketersediaan stok yang memadai dan perluasan cakupan vaksinasi, pemerintah berharap upaya pengendalian kasus campak dapat terus berjalan optimal, terutama di wilayah dengan angka kasus yang masih tinggi. (Amanda Dela)
Editor : Iwan Iwe



















