BLITAR - Nasib apes menimpa Semarah, seorang nenek penjual kerupuk keliling di Kabupaten Blitar. Tabungan hasil berjualan yang rencananya digunakan untuk kebutuhan Hari Raya justru raib setelah ia ditipu menggunakan uang kertas mainan oleh seorang pria yang berpura-pura menjadi pembeli.
Peristiwa itu terjadi saat Semarah berjualan di sekitar SPBU Bangsri, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar. Saat itu, pelaku datang dan membeli kerupuk senilai Rp20 ribu.
Setelah transaksi, pelaku meminta bantuan korban untuk menukarkan dua lembar uang pecahan Rp100 ribu dengan uang pecahan yang dimiliki sang nenek. Tanpa curiga, Semarah menuruti permintaan tersebut.
Namun apes, setelah dicek kembali, dua lembar uang yang diberikan pelaku ternyata bukan uang asli, melainkan uang mainan. Akibat kejadian itu, korban kehilangan uang sekitar Rp200 ribu yang merupakan hasil dagangannya.
Semarah diketahui hidup dalam kondisi memprihatinkan. Ia menempati rumah tak berpenghuni di Desa Bangle, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar. Rumah tersebut sebelumnya milik warga yang telah meninggal dunia.
Kepala dusun setempat, Didin, mengatakan nenek tersebut tinggal bersama cucunya dan jarang berada di rumah karena harus berjualan keliling untuk mencukupi kebutuhan hidup.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Blitar Kota AKP Samsul Anwar menjelaskan modus yang digunakan pelaku adalah berpura-pura menjadi pembeli dermawan dengan memborong dagangan korban.
“Pelaku memanfaatkan kelengahan korban. Uang hasil jualan yang selama ini dikumpulkan untuk kebutuhan Hari Raya akhirnya dibawa kabur,” ujarnya.
Saat ini Satreskrim Polres Blitar Kota telah mengantongi ciri-ciri pelaku. Polisi menduga pelaku sengaja menyasar pedagang lanjut usia yang dianggap mudah diperdaya.
Petugas kini masih melakukan pengejaran untuk menangkap pelaku penipuan tersebut. (Qithfirul Aziz)
Editor : JTV Kediri



















