SURABAYA - Gelaran pameran percetakan terbesar di Indonesia Timur, Surabaya Printing Expo (SPE) 2026, resmi dibuka di Convex Grand City Mall Surabaya. Pameran bertaraf internasional ini menghadirkan sekitar 150 penyewa (tenant), termasuk 10 UMKM, yang memamerkan mesin dan peralatan percetakan berteknologi terkini bernilai ratusan juta rupiah.
CEO Krista Exhibitions selaku penyelenggara, Daud D. Salim, mengungkapkan bahwa pameran ini digelar untuk mengakselerasi pertumbuhan industri percetakan nasional sekaligus meningkatkan daya saing pelaku industri kreatif.
"Pameran ini menjadi wadah untuk mendorong percepatan pertumbuhan industri percetakan nasional serta meningkatkan kualitas dan daya saing para pelaku usaha. Lingkupnya mulai dari cetak promosi, signage, periklanan, tekstil, garmen, hingga penerbitan buku," ujar Daud D. Salim.
Penyelenggaraan SPE 2026 kali ini didominasi oleh teknologi cetak digital mutakhir. Bekerja sama dengan Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia (PPGI) Jawa Timur dan PPGI Pusat, pameran ini juga menghadirkan serangkaian lokakarya (workshop) dan seminar interaktif.
Salah satu topik utama yang diangkat adalah pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dalam perancangan merchandise kreatif serta pengembangan desain kemasan produk.
"Kami berkolaborasi dengan PPGI untuk menghadirkan seminar dan lokakarya interaktif, salah satunya membahas integrasi AI dalam desain produk dan kemasan agar para pelaku usaha siap menghadapi tantangan industri masa depan," tambah Daud.
Pameran ini menjadi momentum penting bagi para pelaku usaha grafika, mahasiswa, serta praktisi industri kreatif untuk menyaksikan langsung inovasi teknologi cetak masa depan sekaligus memperluas jejaring bisnis. (Nailatuz Zahro)
Editor : Iwan Iwe



















