SURABAYA - Puluhan desainer dan pelaku industri mode lokal memamerkan karya terbaik mereka di sepanjang Jalan Tunjungan hingga kawasan Balai Kota Surabaya dalam Surabaya Fashion Festival (SFF), Minggu (21/6).
Tak sekadar menjadi rangkaian Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS), ajang tersebut juga menjadi etalase bagi produk lokal dan pelaku ekonomi kreatif untuk menjangkau masyarakat lebih luas.
Mengusung konsep yang memadukan fashion, seni, budaya, dan industri kreatif, parade akbar tersebut menampilkan beragam karya yang mengangkat legenda Nusantara dalam sentuhan desain modern. Para peserta berjalan menyusuri kawasan Jalan Tunjungan yang disulap menjadi panggung terbuka bagi karya-karya desainer lokal.
Baca Juga : Jelang HUT ke-99, Spanduk dan Mural Bonek Penuhi Sudut Kota Surabaya
Berbeda dengan pergelaran fesyen pada umumnya, Surabaya Fashion Festival tahun ini digelar tanpa pagar pembatas. Konsep tersebut memungkinkan masyarakat berinteraksi lebih dekat dengan para peserta dan karya yang ditampilkan. Antusiasme warga pun terlihat dari ramainya penonton yang memadati area acara sejak pagi hari.
Rangkaian Surabaya Fashion Festival berlangsung selama tiga hari, mulai 19 hingga 21 Juni 2026. Selain parade fesyen, acara ini juga dimeriahkan Festival Kuliner UMKM dan Multi Produk, lomba mewarnai tingkat TK se-Jawa Timur, kompetisi tari tradisional dan kreasi, lomba keterampilan baris-berbaris, pertunjukan DJ, kompetisi marching band, hingga panggung hiburan.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Surabaya, M. Fikser, mengatakan penyelenggaraan Surabaya Fashion Festival yang memasuki tahun kedua diharapkan tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi kreatif daerah.
Baca Juga : FTI Surabaya Gelar Kejuaraan Aquathlon Piala Walikota Surabaya 2026
"Surabaya Fashion Festival merupakan tahun kedua. Harapan kami, warga Surabaya bisa menikmati kegiatan ini dan pelaksanaannya dapat memberikan dampak positif, khususnya bagi geliat ekonomi dan sektor kreatif di Kota Surabaya," ujar Fikser.
Menurutnya, festival tersebut juga menjadi ruang bagi desainer lokal, pelaku UMKM, penjahit, perias wajah, hingga berbagai komunitas kreatif untuk memperkenalkan karya mereka secara langsung kepada masyarakat. Kehadiran ribuan peserta dari berbagai sektor dinilai turut mendorong perputaran ekonomi selama acara berlangsung.
Pemkot Surabaya mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan festival, mulai dari panitia, komunitas, desainer, pelaku UMKM, hingga masyarakat. Melalui kegiatan ini, masyarakat juga diajak untuk semakin mencintai dan mendukung produk lokal agar industri kreatif dan perekonomian Surabaya terus tumbuh dan berkembang.(luluk listiani)
Editor : Iwan Iwe



















