PONOROGO - Kabupaten Ponorogo dikenal sebagai salah satu daerah penyumbang Pekerja Migran Indonesia (PMI) terbesar di Jawa Timur. Tingginya minat warga bekerja ke luar negeri dipicu keterbatasan lapangan kerja di dalam negeri serta iming-iming penghasilan yang lebih menjanjikan.
Selama ini, ribuan warga dari Bumi Reog memilih merantau ke berbagai negara untuk bekerja di sejumlah sektor, mulai dari pekerja rumah tangga, perawat lansia, hingga pekerja pabrik.
Berdasarkan data Dinas Tenaga Kerja Ponorogo, sepanjang tahun 2024 tercatat lebih dari 4.000 warga mendaftar sebagai PMI. Angka ini menempatkan Ponorogo sebagai salah satu penyumbang PMI terbesar di Jawa Timur.
Keterbatasan peluang kerja di dalam negeri menjadi faktor utama pendorong. Selain itu, perbedaan pendapatan yang cukup signifikan antara bekerja di dalam dan luar negeri membuat banyak warga memilih merantau.
Baca Juga : Satpol PP Bongkar Ratusan Lapak Pedagang yang Langgar Aturan
Suryani, salah satu calon PMI asal Ponorogo, mengaku kembali memilih bekerja ke Hong Kong setelah sempat pulang ke kampung halaman. Ia menilai penghasilan di luar negeri lebih mampu membantu kebutuhan keluarga.“Kalau di luar negeri, penghasilannya lebih jelas. Bisa untuk kebutuhan sehari-hari sekaligus biaya sekolah anak,” ujar Suryani.
Sementara itu,
Pemerintah Kabupaten Ponorogo menegaskan tingginya minat masyarakat menjadi PMI harus diimbangi dengan perlindungan maksimal bagi para pekerja.
Baca Juga : Budidaya Ayam Sengkuni di Lahan Sempit, Hasilkan Omzet Rp30 Juta per Bulan
Pelaksana Tugas Bupati Ponorogo, Lisdyarita, menyampaikan bahwa pekerja migran memang menjadi salah satu penopang ekonomi keluarga. Namun, aspek keselamatan dan perlindungan hak pekerja tetap menjadi prioritas utama.
“Pekerja migran ini membantu ekonomi keluarga, tapi perlindungan mereka harus tetap diutamakan. Mulai dari pelatihan, kelengkapan dokumen, hingga pencegahan pemberangkatan ilegal,” jelas Lisdyarita.
Pemerintah daerah juga terus mendorong peningkatan kualitas tenaga kerja melalui pelatihan keterampilan, sekaligus memperketat pengawasan terhadap praktik penyaluran tenaga kerja ilegal.
Baca Juga : Opd Ponorogo Panen 46 Kritik, Percepatan Perbaikan Jalan Jadi Sorotan
Fenomena tingginya angka PMI ini sekaligus menjadi catatan penting bagi pemerintah, bahwa kebutuhan akan lapangan kerja yang layak di dalam negeri masih perlu segera dipenuhi.
Editor : JTV Madiun



















