KOTA MALANG - PortalJTV – Era baru pertanian Kota Batu mulai disiapkan. Pemerintah Kota Batu telah merampungkan Grand Design Smart Integrated Farming (SIF) 2026 dan bersiap menguji penerapannya di lapangan.
Desa Giripurno, Kecamatan Bumiaji, ditetapkan sebagai kawasan awal penerapan program prioritas Mbatu Sae di era kepemimpinan Wali Kota Nurochman dan Wakil Wali Kota Heli Suyanto tersebut.
Grand design SIF Giripurno disusun bersama akademisi Universitas Brawijaya (UB) Malang. Hasil akhir riset tersebut dipaparkan dalam Focus Group Discussion (FGD) bersama tim UB, Rabu (23/9/2026).
Wali Kota Batu Nurochman mengatakan, grand design tersebut nantinya menjadi pijakan untuk membangun sistem pertanian terintegrasi yang tidak hanya mengandalkan pola produksi konvensional, tetapi menggabungkan teknologi, inovasi dan kebutuhan pasar.
“SIF ini kita arahkan menjadi investasi jangka panjang untuk menjaga keberlanjutan pertanian Kota Batu. Setelah grand design selesai, kita breakdown menjadi tugas masing-masing perangkat daerah agar pelaksanaannya terintegrasi,” kata Nurochman.
Konsep yang disiapkan di Giripurno pun tidak sebatas urusan budidaya tanaman. Smart Integrated Farming akan mengintegrasikan sektor hortikultura, peternakan, perikanan hingga agroprocessing dalam satu ekosistem pertanian.
Teknologi Internet of Things (IoT) juga menjadi bagian penting dalam konsep tersebut. Sistem pengelolaan limbah, utilitas kawasan hingga pengembangan pasar turut dirancang agar rantai produksi pertanian berjalan lebih efisien dan memiliki nilai tambah.
Yang menjadi pembeda, produksi nantinya diarahkan berdasarkan kebutuhan pasar. Dengan begitu, teknologi dan inovasi tidak hanya digunakan untuk meningkatkan produktivitas, tetapi juga menjaga kualitas hasil pertanian sekaligus memperkuat nilai jual produk.
Nurochman menyebut grand design yang telah rampung akan menjadi acuan bagi seluruh perangkat daerah yang terlibat. Sejumlah penyesuaian minor masih akan dilakukan, namun tidak akan mengubah konsep utama yang telah dirancang bersama akademisi UB.
Roadmap program tersebut juga telah disiapkan secara bertahap. Tahun 2026 menjadi fase penyiapan kelembagaan sekaligus uji coba. Kemudian pada 2027 diarahkan pada pembangunan infrastruktur dan penguatan kelembagaan.
Tahap berikutnya akan diarahkan menuju operasional yang semakin stabil sekaligus pengembangan ekosistem bisnis pertanian yang terintegrasi.
Tak hanya mengejar peningkatan produksi, SIF Giripurno juga diproyeksikan menjadi ruang lahirnya inovasi pertanian baru di Kota Batu. Kolaborasi dengan UB akan terus dilanjutkan melalui pendampingan lintas bidang.
“Kolaborasi dengan UB masih akan berlanjut melalui pendampingan lintas bidang agar SIF berkembang sebagai pusat inovasi pertanian sekaligus membuka ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan pertanian berbasis teknologi,” ujarnya.
Dengan rampungnya grand design dan dimulainya tahap uji coba, Pemkot Batu kini mulai menggeser konsep Smart Integrated Farming dari meja perencanaan menuju penerapan nyata di lapangan.
Giripurno menjadi langkah awal. Dari kawasan tersebut, Pemkot Batu menargetkan lahirnya model pertanian terintegrasi yang bisa memperkuat sektor pertanian sekaligus menjawab tantangan regenerasi petani, teknologi, pengolahan hasil dan kebutuhan pasar di masa depan. (Rafli)
Editor : JTV Malang



















