SURABAYA - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) membuat langkah strategis dalam pengelolaan beasiswa dengan menggandeng Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim).
Kolaborasi ini memungkinkan Dana Abadi (LPDA) ITS dapat dioptimalkan untuk menjangkau mahasiswa lain yang berpotensi namun menghadapi kendala finansial. Penyerahan beasiswa ini digelar di Islamic Center Surabaya, Rabu (17/12/2025).
Sebelumnya, LPDA ITS mengcover beasiswa bantuan biaya hidup bagi mahasiswa yang menerima Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIPK) Skema II yang memperoleh pembebasan UKT tanpa diberikan biaya hidup. Melalui kerjasama ini, Pemprov Jatim mengambil peran untuk menanggung penuh beasiswa bantuan biaya hidup tersebut khusus bagi mahasiswa KIPK yang memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) Jawa Timur.
Keputusan ini disambut baik oleh Rektor ITS, Prof Dr (HC) Ir Bambang Pramujati ST MScEng PhD. Ia menjelaskan bahwa kerja sama ini mencerminkan komitmen Pemprov Jatim terhadap pendidikan tinggi di wilayahnya, sekaligus memberikan fleksibilitas signifikan bagi ITS.
Senada dengan Bambang, Gubernur Jatim Dr (HC) Khofifah Indar Parawansa MSi juga mengatakan, bahwa kolaborasi tersebut sejalan dengan visi Pemprov Jatim dalam mewujudkan pendidikan yang adil bagi seluruh lapisan masyarakat.
Komitmen Pemprov Jatim dalam membantu biaya hidup penerima beasiswa KIPK Skema II yang berasal dari Jawa Timur menjadi angin segar bagi LPDA. Hal ini berarti pendanaan yang sebelumnya digunakan untuk penerima beasiswa dari Jawa Timur, bisa dialihkan untuk kandidat yang lain.
“Apalagi saat ini, ITS sedang berupaya membantu mahasiswa yang sedang terdampak bencana alam yang banyak terjadi akhir-akhir ini. Sehingga bantuan biaya studi untuk mereka sangat berarti,” tutur Direktur LPDA, Dr Eng Kriyo Sambodho ST MEng.
Sejalan dengan hal tersebut, LPDA akan mengalokasikan bantuan biaya hidup yang selama ini diberikan kepada penerima dari Jawa Timur, dialihkan untuk mahasiswa yang terdampak bencana.
“Sebab mereka yang terdampak tentu tidak dapat segera pulih atas dampak bencana. Sehingga LPDA perlu hadir untuk membantu mereka,” lanjut pria yang akrab disapa Dodot tersebut.
Dodot berharap agar kerjasama ini dapat terus berlanjut. Mengingat lebih dari 200 mahasiswa asal Jawa Timur yang tadinya diberi beasiswa dari Dana Abadi ITS, dapat ditanggung Pemprov.
“Sehingga apabila sejumlah ini dapat dialihkan untuk yang lain secara konsisten, tentu saja akan makin banyak mahasiswa ITS yang terbantukan oleh keberadaan Kerjasama Pemprov ITS,” tandasnya. (*)
Editor : M Fakhrurrozi



















