Menu
Pencarian

Napak Tilas Sejarah NU, Kota Surabaya Layak Menjadi Tuan Rumah Muktamar NU ke-35

Portaljtv.com - Senin, 6 April 2026 13:30
Napak Tilas Sejarah NU, Kota Surabaya Layak Menjadi Tuan Rumah Muktamar NU ke-35
Muhamad Didi Rosadi. (Foto: Dok Pribadi)

SURABAYA - Pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama ke-35 akan digelar sekitar bulan Agustus tahun ini. Agenda tertinggi NU itu akan diawali Munas Alim Ulama dan Konbes NU pada bulan April ini.

Kepanitiaan Muktamar pun telah dibentuk, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul didapuk menjadi Ketua Panitia Pelaksana (OC). Menteri Sosial yang juga Sekjen PBNU itu didampingi Amin Said Husni sebagai Sekretaris.

Untuk Panitia Pengarah (SC) dipercayakan kepada KH. Ahmad Said Asrori. Beliau didampingi Prof. M. Nuh selaku Sekretaris.

Sampai saat ini belum diputus tuan rumah Muktamar NU ke-35. Sejumlah tempat pun diusulkan sebagai tempat pelaksanaan Muktamar di usia NU yang telah 100 tahun, bahkan memasuki perjalanan awal Abad kedua.

Baca Juga :   Wajah Baru Rawat Inap RSMM Jatim: Fasilitas Makin Modern, Pelayanan Tetap Setara

Sejumlah tempat yang telah direkomendasi itu diantaranya, Kabupaten Situbondo yang diusulkan Bupati Mas Rio. Selain itu, di Lirboyo Kediri. Bahkan PWNU NTB secara resmi telah menyurati PBNU terkait kesiapan sebagai tuan rumah Muktamar NU ke-35.

Namun penulis menilai Kota Surabaya paling layak menjadi tuan rumah Muktamar NU ke-35. Dukungan pemerintah daerah pun menjadi garansi suksesnya Muktamar NU.

Wali Kota Eri Cahyadi pernah melontarkan kesiapan Surabaya menjadi tuan rumah Muktamar NU ke-35. Niat itu disampaikan Eri saat menerima silaturahmi pengurus Forkom Jurnalis Nahdliyin (FJN) di Balai Kota Surabaya pada 27 Desember 2021, sesaat usai Muktamar NU ke-34 di Lampung pada 24 Desember 2021.

Baca Juga :   Program Pemberdayaan Ekonomi RW Surabaya Dorong Kemandirian Generasi Z

Niat itu kembali disampaikan Eri kepada Gus Yahya yang baru saja terpilih sebagai Ketua Umum PBNU di Muktamar NU ke-34 di Lampung pada Februari 2021. Saat Gus Yahya berkunjung ke kantor PCNU Surabaya di Jalan Bubutan yang pernah menjadi kantor PBNU, diawal berdirinya NU.

Bila Muktamar NU ke-35 digelar di Surabaya, tentu akan mendapat sokongan besar dari Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Di era Khofifah menjadi gubernur sejumlah perhelatan besar terbukti sukses digelar.

Diantaranya, Peringatan Satu Abad NU versi Hijriyah di Stadion Delta Sidoarjo pada 7 Februari 2023. Kemudian Kongres Muslimat NU ke-18 di Surabaya pada 10-15 Februari 2025. Terbaru, Mujahadah Kubro 1 Abad NU di stadion Gajayana pada 7 dan 8 Februari 2026. Acara ini dihadiri Presiden RI, Prabowo Subianto dan diikuti sekitar 150.000 Nahdliyin.

Baca Juga :   Sedimentasi Pesisir Pantai Kenjeran, Ancaman Nyata bagi Nelayan Surabaya

Bila dikerucutkan, ada dua variabel yang menjadi alasan kuat Surabaya layak menjadi tuan rumah Muktamar NU ke-35. Yakni, Historis dan Teknis.

Historis

Muktamar NU ke-35 di Surabaya menjadi napak tilas sejarah NU yang telah memasuki usia 100 tahun. Di Kota ini lah, NU berdiri dan dideklarasikan pada 31 Januari 1926. Karena itu, kantor PBNU pertama pun ada di Surabaya.

Baca Juga :   Ironi “War Cerai” di Bulan Ramadhan, Angka Perceraian di Surabaya Meningkat

Muktamar NU pertama juga digelar di Kota Surabaya pada 21 Oktober 1926. Pada Muktamar itu, Hadratus Syeikh Hasyim Asy'ari dipilih sebagai Rais Akbar dan H. Hasan Gipo sebagai Ketua Umum PBNU.

Di kantor PBNU di Jalan Bubutan Surabaya pula, Resolusi Jihad dicetuskan oleh Hadratus Syeikh Hasyim Asy'ari pada 22 Oktober 1945, tanggal itu pun ditetapkan sebagai Hari Santri Nasional. Berkat semangat Resolusi Jihad, para pemuda Surabaya dan santri di pulau Jawa bisa mengusir tentara Inggris (Sekutu) yang merupakan pemenang perang dunia kedua.

Di Surabaya ini juga ada sejumlah tempat bersejarah yang mempunyai ikatan emosional kuat dengan para Nahdliyin. Diantaranya Masjid Ampel, berikut makam Sunan Ampel yang tak putus-putus diziarahi.

Baca Juga :   Makna Biqolbin Salim, KH Imam Hambali Ingatkan Bahaya Iri dan Dengki dalam Kehidupan

Ada pula Pondok Pesantren Sidosermo dengan kampung Dresmo yang punya pertalian kuat dengan Masjid Ampel. Di sini lah pusat penyebaran agama Islam di Kota Surabaya.

Sebagai Kota Metropolis yang merupakan ibu kota Provinsi Jawa Timur, Surabaya mempunyai kesiapan secara teknis. Baik fasilitas mau pun akses yang bagus.

Kota Surabaya dinilai memiliki fasilitas yang memadai dan akses transportasi yang mudah dijangkau untuk menampung peserta muktamar.

Surabaya memiliki dua stasiun kereta api besar, Stasiun Gubeng dan Stasiun Pasar Turi. Ini bisa menjadi akses transportasi bagi para muktamirin.

Ada pula Bandara Internasional Juanda yang bisa menjadi akses transportasi bagi muktamirin, mau pun tamu VVIP seperti Presiden RI mau pun pejabat negara lainnya.

Kota ini juga punya pelabuhan besar, yakni Tanjung Perak. Muktamirin bisa menuju Surabaya dengan kapal laut dan kapal penyeberangan.

Ada pula Terminal Bus Purabaya di Bungurasih yang merupakan wilayah penyangga Surabaya. Terminal ini melayani puluhan tujuan dan trayek antar kota dan provinsi.

Untuk perjalanan darat menuju Surabaya pun saat ini terjangkau dengan mudah. Hal itu ditunjang sejumlah jalan tol yang beroperasional di Jawa Timur.

Untuk tempat menginap muktamirin, Surabaya punya banyak pilihan. Mulai hotel Bintang 5, atau pun yang kelas umum. Diantaranya, Asrama Haji Surabaya.

Untuk venue pembukaan dan penutupan serta rangkaian acara Muktamar banyak tempat yang bisa menjadi pilihan. Ada stadion Gelora Bung Tomo (GBT) atau bisa bergeser sedikit ke stadion Gelora Delta Sidoarjo.

Surabaya juga kini memiliki Airlangga Hall Centre yang megah, selain Asrama Haji yang sangat representatif. Sejumlah kampus juga punya hall yang representatif, sebut saja Unair, ITS, UNESA, UNUSA, UINSA hingga UPN Veteran.

Jadi Kota Pahlawan ini memenuhi seluruh syarat sebagai tuan rumah Muktamar NU ke-35 yang akan menyedot jutaan Nahdliyin, baik peserta muktamar (muktamirin). Mau pun para penggembira yang kerap disebut Romli atau rombongan liar, yang sesungguhnya tidak liar. (*)

Oleh: Muhamad Didi Rosadi

Ketua Umum Forkom Jurnalis Nahdliyin

Pengurus Wilayah GP Ansor Jawa Timur

Editor : M Fakhrurrozi






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.