SURABAYA - Para ibu rumah tangga di Jawa Timur bisa sedikit bernapas lega pada awal pekan ini. Pengeluaran rumah tangga akan lebih ringan seiring dengan penurunan harga bahan pokok di pasar tradisonal Jawa Timur.
Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia per 6 April 2026, mayoritas komoditas pangan mengalami penurunan dibandingkan pekan sebelumnya.
Penurunan terjadi pada sejumlah komoditas hortikultura. Cabai merah besar turun 1,94 persen menjadi Rp32.900 per kilogram, sementara cabai merah keriting turun cukup dalam 12,22 persen ke Rp31.250 per kilogram.
Cabai rawit merah juga turun 2,51 persen menjadi Rp67.900 per kilogram, meski masih tergolong tinggi. Namun, cabai rawit hijau justru naik 3,38 persen ke Rp32.100 per kilogram.
Baca Juga : Pekan Kedua Usai Idulfitri, Harga Cabai Rawit di Jatim Kembali Melonjak
Harga komoditas bawang turut melemah. Bawang merah ukuran sedang turun 5,8 persen menjadi Rp39.000 per kilogram dan bawang putih ukuran sedang turun 2,25 persen ke Rp30.350 per kilogram.
Pada kelompok beras, harga cenderung stabil dengan kecenderungan turun. Beras kualitas medium I turun 3,4 persen menjadi Rp14.200 per kilogram dan medium II turun 1,42 persen ke Rp13.900 per kilogram. Beras kualitas super I turun 2,22 persen menjadi Rp15.450 per kilogram dan super II turun tipis 0,32 persen menjadi Rp15.400 per kilogram.
Sementara itu, beras kualitas bawah I justru naik 2,56 persen ke Rp14.000 per kilogram, sedangkan bawah II tercatat tidak mengalami perubahan.
Baca Juga : Harga Pangan di Jatim Masih Tinggi di Pekan Ketiga Ramadan
Di sektor protein hewani, harga juga mengalami penurunan. Daging ayam ras segar turun cukup dalam 11,06 persen menjadi Rp35.400 per kilogram. Daging sapi kualitas I turun 1,7 persen ke Rp133.350 per kilogram dan kualitas II turun 3,9 persen menjadi Rp119.600 per kilogram. Telur ayam ras segar ikut turun 2,89 persen menjadi Rp28.550 per kilogram.
Komoditas gula dan minyak goreng menunjukkan tren beragam. Gula pasir premium naik 1,88 persen menjadi Rp18.950 per kilogram, sedangkan gula pasir lokal turun tipis 0,28 persen ke Rp17.650 per kilogram.
Pada komoditas minyak goreng, minyak goreng curah turun 5,16 persen menjadi Rp20.200 per liter. Minyak goreng kemasan bermerek I turun 0,93 persen ke Rp21.350 per liter, dan kemasan bermerek II turun 0,71 persen menjadi Rp20.900 per liter. (*)
Baca Juga : Jelang Ramadan, Harga Cabai, Telur, dan Daging Ayam Merangkak Naik
Editor : A. Ramadhan



















