KEDIRI - Potensi bencana di kawasan lereng Gunung Kelud menjadi perhatian Polres Kediri bersama relawan dan sejumlah elemen masyarakat. Apel Kesiapsiagaan Tanggap Bencana digelar di kawasan lereng Kelud, Sabtu (19/9), untuk memperkuat kesiapan menghadapi berbagai ancaman bencana.
Kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada kesiapan menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), tetapi juga mengantisipasi potensi longsor dan banjir yang dapat terjadi akibat kondisi geografis Kabupaten Kediri.
Kapolres Kediri AKBP Dr. Muhammad Wahyudin Latif menegaskan, menghadapi bencana tidak bisa mengandalkan satu pihak. Kesiapan personel dan koordinasi lintas sektor menjadi kunci agar penanganan bisa dilakukan secara cepat ketika situasi darurat terjadi.
“Bencana tidak bisa dihadapi sendiri,” tegas Wahyudin.
Baca Juga : 46 Kasus Narkoba Diungkap dalam Dua Bulan, Polres Kediri Sita 2,4 Juta Pil Double L
Menurutnya, kondisi topografi Kabupaten Kediri yang beragam membuat sejumlah wilayah memiliki titik rawan yang membutuhkan perhatian ekstra. Mulai kawasan pegunungan yang berpotensi mengalami karhutla hingga ancaman longsor dan banjir.
Karena itu, sinergi antara kepolisian, TNI, instansi pemerintah, relawan, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun kesiapsiagaan bencana.
Kesiapan dari tingkat desa juga ditunjukkan para relawan Desa Tanggap Bencana (Destana) Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngancar. Desa tersebut berada di kawasan terdepan lereng Kelud sehingga relawan dituntut selalu dalam kondisi siap siaga.
Ketua Destana Sugihwaras Anang Wianto mengatakan, sebanyak 20 relawan telah disiapkan untuk menghadapi kemungkinan terjadinya bencana. Mereka juga mendapatkan pelatihan secara rutin bersama BPBD dan dinas terkait.
“Jumlah kami 20 relawan. Kami terus disiapkan dan dilatih, sehingga ketika ada kejadian kami tidak hanya menunggu, tetapi sudah tahu apa yang harus dilakukan,” ujar Anang.
Meski kawasan Gunung Kelud sejauh ini relatif aman dari kejadian karhutla besar, Anang menyebut kondisi geografis kawasan hutan tetap menjadi tantangan tersendiri.
Kesiapan relawan di tingkat tapak menjadi bagian penting dalam rantai tanggap bencana. Koordinasi yang semakin solid antara Polres Kediri, BPBD, Destana, dan masyarakat diharapkan membuat kawasan lereng Kelud tak hanya menjadi destinasi wisata, tetapi juga semakin siap menghadapi berbagai potensi bencana.(M. Zainurofi)
Editor : JTV Kediri



















