MAGETAN - Persoalan serapan telur menjadi salah satu keluhan utama peternak ayam petelur di Kabupaten Magetan. Kondisi tersebut mengemuka dalam rapat dengar pendapat (RDP) yang difasilitasi Komisi B DPRD Magetan, Rabu (26/8/2026).
RDP tersebut mempertemukan perwakilan peternak, organisasi perangkat daerah (OPD), serta instansi terkait untuk membahas berbagai persoalan yang selama ini dihadapi peternak. Selain serapan produksi, pembahasan juga mencakup harga telur, populasi ayam, harga pakan, hingga kendala perizinan pembangunan kandang baru.
Rapat berlangsung lebih dari dua jam. Salah satu persoalan yang paling banyak mendapat sorotan adalah terbatasnya serapan pasar terhadap produksi telur peternak lokal.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebenarnya dinilai memiliki potensi menjadi pasar bagi telur produksi peternak Magetan. Namun, berdasarkan aspirasi yang disampaikan dalam RDP, jumlah telur yang terserap untuk kebutuhan program tersebut masih relatif kecil.
Serapan telur untuk kebutuhan MBG dinilai belum sebanding dengan total produksi peternak di Magetan. Akibatnya, program tersebut belum memberikan dampak signifikan terhadap penyerapan produksi telur secara keseluruhan.
Kondisi ini membuat peternak masih bergantung pada pasar umum. Sementara itu, produksi telur terus berlangsung setiap hari sehingga ketika daya serap pasar terbatas, harga di tingkat peternak berpotensi mengalami tekanan.
Persoalan harga juga berkaitan erat dengan tingginya biaya produksi, terutama pakan yang masih menjadi salah satu beban terbesar dalam usaha peternakan ayam petelur.
Selain masalah serapan dan harga, peternak turut menyampaikan persoalan populasi ayam serta kendala dalam pengembangan usaha, termasuk rencana pembangunan kandang baru.
Terkait pembangunan kandang, pemerintah daerah menegaskan bahwa setiap pembangunan harus mengikuti regulasi yang berlaku. Jika lokasi tidak sesuai dengan peruntukan lahan maupun persyaratan perizinan, pemerintah tidak dapat menerbitkan izin pembangunan.
Wakil Ketua DPRD Magetan, Puthut Pujiono, mengatakan berbagai aspirasi yang disampaikan peternak dalam RDP akan ditindaklanjuti. DPRD bersama perwakilan peternak berencana membawa persoalan tersebut ke tingkat pemerintah pusat.
Sebagai tindak lanjut RDP, perwakilan peternak bersama Komisi B DPRD Magetan akan bertolak ke Jakarta untuk menemui Komisi IV DPR RI. Aspirasi yang akan disampaikan mencakup persoalan serapan telur, harga, biaya pakan, populasi ayam, hingga penguatan pasar bagi produk peternak lokal.
Langkah tersebut diharapkan dapat mendorong pemerintah pusat mencari solusi untuk memperluas serapan telur produksi peternak Magetan. Salah satunya dengan mengoptimalkan potensi program MBG sebagai pasar bagi produk peternak lokal.
Dengan serapan pasar yang lebih luas, peternak berharap produksi telur tidak hanya terserap dalam jumlah kecil, tetapi mampu memberikan dampak nyata terhadap keberlanjutan usaha peternakan di Kabupaten Magetan
Editor : JTV Madiun



















