PACITAN - Nasib malang menimpa seorang nelayan yang bekerja sebagai anak buah kapal (ABK) di kapal nelayan KM Restu. Ia dilaporkan meninggal dunia saat melaut di perairan Samudera Hindia, Sabtu (4/4). Korban diduga meninggal akibat serangan jantung setelah sempat mengeluh sakit.
Korban diketahui bernama Raapul (61), warga Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Ia merupakan buruh nelayan yang ikut berlayar bersama puluhan ABK lainnya dari Pelabuhan Perikanan Tamperan Pacitan.
Kapolres Pacitan AKBP Ayub Diponegoro Azhar mengatakan, korban sempat mengeluhkan sakit di bagian perut dan dada sebelum akhirnya pingsan di atas kapal. “Korban sempat mengeluh sakit di bagian perut dan dada sebelum akhirnya pingsan dan meninggal dunia di atas kapal,” ujarnya.
Kronologi kejadian bermula saat KM Restu berangkat melaut sejak Minggu (29/3) dengan membawa 24 ABK. Selama beberapa hari aktivitas penangkapan ikan berjalan normal. Namun pada Sabtu pagi, korban mulai mengeluhkan kondisi kesehatannya.
Baca Juga : BLT Kesra Disunat Rp100 Ribu per KPM, Dinsos Pacitan Tegaskan Bantuan Harus Utuh
Rekan-rekan korban sempat memberikan pertolongan. Namun sekitar pukul 11.30 WIB korban tidak sadarkan diri dan dinyatakan meninggal dunia di lokasi. “Sekitar pukul 11.30 WIB korban tidak sadarkan diri dan dinyatakan meninggal dunia di atas kapal,” jelasnya.
Nahkoda kapal kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pengurus kapal di darat. Kapal pun memutuskan untuk kembali ke Pelabuhan Perikanan Tamperan Pacitan.
Setibanya di pelabuhan sekitar pukul 15.00 WIB, jenazah korban langsung dievakuasi oleh petugas gabungan dari Polairud, Polsek Pacitan, serta tim medis. Selanjutnya jenazah dibawa ke RSUD dr Darsono Pacitan untuk dilakukan visum. “Hasil pemeriksaan medis memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dari keterangan dokter, korban diduga kuat meninggal dunia akibat kelelahan yang memicu serangan jantung,” pungkasnya. (Edwin Adji)
Editor : JTV Pacitan



















