LUMAJANG - Para penambang pasir berhamburan menyelamatkan diri saat Gunung Semeru mengalami erupsi berupa letusan disertai guguran awan panas pada Kamis pagi. Tampak para penambang memberikan imbauan kepada rekan-rekannya untuk segera meninggalkan area tambang.
Gunung tertinggi di Pulau Jawa itu meluncurkan awan panas ke sisi tenggara sebanyak tiga kali dalam kurun waktu kurang dari tiga jam. Luncuran material vulkanik tersebut mencapai jarak terjauh hingga 4,5 kilometer ke arah tenggara.
Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang memastikan mitigasi bencana berjalan dengan baik. Masyarakat diimbau untuk memahami langkah-langkah keselamatan dan meningkatkan kewaspadaan serta terus memantau peringatan dini yang dikeluarkan petugas setiap terjadi peningkatan aktivitas Gunung Semeru.
Petugas BPBD juga terus siaga di Pos Pantau Curah Koboan dan Oro-Oro Ombo untuk mengantisipasi erupsi susulan. BPBD juga telah menambah kamera pemantau di zona rawan erupsi Semeru guna meningkatkan kesiapsiagaan bencana. Kini, total CCTV yang tersebar, baik milik BPBD maupun CSR dan relawan, berjumlah 26 kamera.
Petugas mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan, terlebih saat ini telah memasuki musim penghujan. Potensi banjir lahar yang membawa material sisa erupsi ke hilir sungai cukup tinggi. Sementara itu, hingga kini Gunung Semeru masih berstatus Siaga Level III. Warga dilarang melakukan aktivitas apa pun dalam radius 13 kilometer dari puncak Gunung Semeru.
Editor : JTV Jember



















