LUMAJANG - Rekaman CCTV milik relawan di Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang, merekam detik-detik Gunung Semeru mengalami erupsi dengan mengeluarkan kolom abu yang membumbung tinggi di atas Kawah Jonggring Saloko. Erupsi tersebut disertai guguran awan panas yang meluncur ke sisi tenggara Besuk Koboan.
Berdasarkan laporan Pos Pantau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), guguran awan panas meluncur sejauh 4,5 kilometer dengan tinggi kolom abu mencapai 2.000 meter. Erupsi ini berlangsung selama 7 menit 23 detik dan terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 27 milimeter.
BPBD memastikan radius erupsi yang terjadi masih jauh dari aktivitas penduduk. Selain itu, sistem peringatan dini atau early warning system berfungsi dengan baik sehingga ketika terjadi peningkatan aktivitas Semeru, warga sekitar telah dalam kondisi siaga.
Petugas juga mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan karena curah hujan yang masih cukup tinggi dapat memicu terjadinya banjir lahar yang membawa material bekas erupsi yang masih menumpuk.
Hingga kini, status Gunung Semeru masih berada pada Level III atau Siaga. Dalam rekomendasi keselamatan, masyarakat dilarang melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi. Di luar jarak tersebut, masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai atau sempadan sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.
Editor : JTV Jember



















