LUMAJANG - Gunung Semeru di Lumajang mengalami peningkatan aktivitas dengan adanya beberapa laporan terjadinya tremor harmonik hingga suara dentuman dari dalam gunung.
Senin pagi tadi, pukul 07.28 WIB, gunung tertinggi di Pulau Jawa ini juga mengalami erupsi dengan kepulan kolom abu mencapai 1.000 meter di atas puncak Kawah Jonggring Saloko. Erupsi terjadi dengan amplitudo maksimal mencapai 23 milimeter dan berdurasi 140 detik. Erupsi terjadi dalam skala biasa dan tidak menimbulkan dampak.
Sementara itu, menyusul peningkatan aktivitas berupa tremor harmonik dan suara dentuman, BPBD Lumajang bersiaga selama 24 jam di pos pemantauan gunung api di Curah Koboan, Desa Supiturang, serta Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Pronojiwo. Hal ini dilakukan guna mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
Diketahui, tremor harmonik merupakan getaran yang berlangsung terus-menerus dan berkaitan dengan pergerakan magma serta gas vulkanik di dalam gunung api. Sementara itu, dentuman dapat terjadi akibat pelepasan tekanan atau gas secara mendadak di dalam sistem vulkanik.
Hingga kini, gunung tertinggi di Pulau Jawa itu masih berstatus Siaga atau Level III. Sesuai rekomendasi keselamatan, masyarakat dilarang melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.
Di luar jarak tersebut, masyarakat juga tidak diperbolehkan melakukan aktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai atau sempadan sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.
Editor : JTV Jember



















