PASURUAN - Ribuan warga dari berbagai desa dan kelurahan di Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, turun ke jalan pada Minggu (29/3/2026) pagi.
Aksi massa ini untuk menolak rencana pembangunan kawasan yang dinilai akan merusak ekosistem di lereng Gunung Arjuno-Welirang.
Aksi dimulai dengan long march dari titik kumpul di depan kawasan wisata Kakek Bodo menuju Jalan Taman Wisata, Kelurahan Prigen. Massa yang terdiri dari warga Kelurahan Ledug, Desa Dayurejo, Kelurahan Prigen, Kelurahan Pecalukan, Desa Lumbangrejo, Desa Gambiran, hingga Desa Sekarjoho ini membawa berbagai poster dan spanduk berisi kecaman terhadap proyek tersebut.
Dalam orasinya mereka menyatakan bahwa alasan utama penolakan ini adalah kekhawatiran mendalam akan dampak lingkungan. Alih fungsi lahan di ketinggian 1.018 mdpl dianggap sebagai ancaman nyata bagi keselamatan warga.
Baca Juga : Dukung Zero Emisi, Bina Pertiwi Bersama Perhutani Tanam 2.448 Pohon di Lereng Arjuno
"Kami menolak keras alih fungsi lahan seluas 22,5 hektar di Hutan Produksi Perhutani Petak 50. Pembangunan di kemiringan ekstrem seperti ini hanya akan memicu tanah longsor, erosi, dan mematikan sumber mata air yang menjadi urat nadi kehidupan kami," ujar salah satu perwakilan warga dalam orasinya.
Hingga berita ini diturunkan, aksi tersebut masih berlangsung dengan pengawalan pihak kepolisian.Aksi ini sempat mengakibatkan kepadatan arus lalu lintas di sekitar jalur wisata Prigen. (*)
Editor : M Fakhrurrozi



















