KOTA MALANG - Peringatan puncak Hari Anti-Korupsi Sedunia (HAKORDIA) 2025 di Kota Malang berlangsung meriah dan penuh semangat. Ribuan warga memadati halaman depan Balai Kota Malang pada Jumat (12/12/2025) pagi untuk mengikuti Senam Tahes Mbois Jum’at (STMJ) massal, mengusung semangat integritas dan pemberantasan korupsi.

Acara yang diikuti oleh masyarakat umum, perangkat daerah, serta berbagai komunitas ini menjadi puncak dari rangkaian peringatan HAKORDIA di Kota Apel. Plt. Inspektur Daerah Kota Malang, Dwi Rahayu, SH., M.H., dalam sambutannya menyampaikan bahwa selain senam bersama, acara juga dimeriahkan dengan pengumuman dan penyerahan hadiah bagi pemenang lomba poster dan short video bertema anti-korupsi.
"Pada hari ini juga ada pelayanan publik, mini games bertema anti-korupsi oleh Perangkat Aparatur Sipil Negara (PNS) Kota Malang, serta penyediaan 4 stan makanan gratis. Aktivitas ini akan tetap dilakukan sampai akhir acara sekitar pukul 11.00 nanti," jelas wanita ramah ini.
Baca Juga : Kota Malang Catat Rekor Mencengangkan! Cakupan Kesehatan Lampaui 100%, Raih Penghargaan Nasional

Sementara itu, Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, M.M., menekankan bahwa peringatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan sarana evaluasi dan penguatan komitmen semua pihak. Dalam pidatonya, beliau menguraikan dampak luas korupsi yang tidak hanya merusak sistem pemerintahan, tetapi juga melemahkan perekonomian, menghambat kesejahteraan publik, dan memperlambat pembangunan.
"Melalui tema peringatan HAKORDIA 2025 'Satukan Langkah, Wujudkan Indonesia Bebas Korupsi', esensi kebersamaan ini harus kita realisasikan. Pemberantasan korupsi adalah tanggung jawab kolektif seluruh elemen bangsa," tegas Wahyu.
Baca Juga : Lawan Hoaks ASN Malang Wajib Pasang Story WA

Wali kota Wahyu juga menyampaikan lima langkah konkret yang perlu diperkuat, yakni Mengawasi setiap langkah dalam pelaksanaan program dan pelayanan publik. Memperkuat pengawasan dan kepatuhan terhadap aturan. Menghindari praktik pungutan liar dan segala bentuk penyimpangan. Mengoptimalkan layanan digital untuk menciptakan transparansi dan akuntabilitas. Dan menggugah budaya integritas dengan menjadikan kejujuran sebagai karakter.
"Tidak ada toleransi bagi praktik korupsi dalam bentuk apapun di Kota Malang. Kita ingin membangun kota yang maju, berdaya saing, dan dipercaya publik, dan itu harus dimulai dari aparatur pemerintah yang bersih," tambahnya.
Baca Juga : Becak Listrik Bangkitkan Wisata dan Ekonomi
Menanggapi antusiasme peserta, Wali Kota juga membuka peluang untuk menyebarluaskan semangat ini ke tingkat pendidikan. "Senam anti-korupsi seperti ini juga bisa dilakukan di sekolah-sekolah, SD dan SMP, sebagai bagian dari pendidikan karakter sejak dini," ujarnya.

Dengan gegap gempita senam STMJ dan berbagai aktivitas pendukung, puncak HAKORDIA 2025 di Kota Malang berhasil menjadi pengingat publik akan pentingnya peran serta aktif semua pihak dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan bebas dari korupsi.(Ams)
Editor : JTV Malang



















